Paroki Maria Ratu Semesta Alam Menghadirkan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus

  • 04 Apr 2026 00:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Paroki Maria Ratu Semesta Alam menghadirkan tablo visualisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus dalam perayaan Jumat Agung, Jumat, 3 April 2026. Pertunjukan ini menjadi salah satu rangkaian refleksi iman yang mendalam bagi umat dalam mengenang wafat Yesus Kristus.

Tablo yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) bersama Birka dan Sekami Paroki Maria Ratu Semesta Alam ini menampilkan berbagai adegan penting dalam perjalanan sengsara Yesus, mulai dari penangkapan hingga penyaliban. Dengan penghayatan yang kuat, para pemeran mampu menghadirkan suasana haru yang menyentuh hati umat yang hadir.

Antusiasme umat terlihat sejak awal pelaksanaan tablo. Ratusan umat mengikuti prosesi dengan khidmat, menyusuri rute yang dimulai dari kompleks persekolahan SMP-SD Panca Setya 2 Sintang menuju Gereja Maria Ratu Semesta Alam. Sepanjang perjalanan, umat diajak merenungkan makna pengorbanan Yesus melalui setiap adegan yang ditampilkan.

Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam, RD. Antonius Isnadi Wibowo, menjelaskan bahwa visualisasi kisah sengsara ini tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi sarana keterlibatan iman bagi para pemeran. “Dengan memvisualisasikan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus, masing-masing memiliki peran, ada yang sebagai Yesus, Bunda Maria, dan tokoh lainnya. Dengan itu mereka bisa merasakan dan mengambil bagian dalam kisah penderitaan Kristus,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran-peran yang dihadirkan juga mengandung pesan kehidupan yang relevan. “Ada yang menjadi Simon dari Kirene, ada yang menjadi Veronika. Dalam kehidupan sehari-hari, sosok seperti mereka juga banyak kita temui. Simon yang mau menolong sesama, dan Veronika yang memiliki belas kasih, meskipun perannya terlihat kecil, namun sangat berarti,” tambahnya.

Menurutnya, pesan utama dari tablo ini adalah ajakan untuk semakin peduli terhadap sesama sebagai wujud nyata iman. “Artinya kita sebagai citra Allah dipanggil untuk menjadi gambaran kasih Tuhan dengan memperhatikan sesama kita,” jelasnya.

RD. Isnadi juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat iman generasi muda, khususnya OMK. “Harapannya anak-anak Orang Muda Katolik tetap teguh dalam iman dan terus mewartakan kasih Tuhan, walaupun salib dan tantangan tetap menghadang,” pungkasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan liturgi, tetapi juga menjadi sarana pendalaman iman yang mengajak umat untuk menghayati makna pengorbanan, kasih, dan pengampunan yang diteladankan oleh Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....