Surau Asyifa Ikuti Festival Ngeleman Sintang

  • 15 Mar 2026 14:51 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Surau Asyifa yang terletak di kompleks Perumahan BTN Akacaya Indah Lestari Bumi Asri, Desa Sungai Ana, mengikuti lomba penilaian Festival Ngeleman. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret 2026, yang diselenggarakan oleh MABM Kabupaten Sintang.

Sebelum penilaian dimulai, kegiatan diawali dengan acara pembukaan sederhana yang dihadiri warga sekitar surau. Suasana kebersamaan terlihat ketika masyarakat berkumpul untuk menyukseskan kegiatan budaya tersebut.

Sambutan dari pihak surau disampaikan oleh H. Suroto yang mewakili ketua Surau Asyifa. Ia mengaku pada awalnya tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan tradisi ngeleman.

Namun setelah mengikuti kegiatan kerja bakti bersama para bapak-bapak di lingkungan kompleks, ia akhirnya memahami makna tradisi tersebut. Ngeleman ternyata merupakan kegiatan menyalakan lentera atau obor sebagai bagian dari tradisi masyarakat.

Ketua MABM Kabupaten Sintang, Drs. H. Abdul Rani, dalam sambutannya mengatakan bahwa ngeleman merupakan tradisi yang harus dijaga dari generasi ke generasi. Ia menjelaskan bahwa dahulu di Sintang belum tersedia lampu penerangan seperti sekarang.

Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, masyarakat biasanya menyalakan lentera atau obor. Tradisi tersebut saat ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan ngeleman.

Hal itu dilakukan agar jalan tidak gelap saat warga hendak menuju tempat ibadah atau berkunjung ke rumah tetangga. Tradisi ini juga menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat dalam menyambut malam-malam terakhir Ramadan.

Salah satu panitia kegiatan, Putra Gunawan, berharap kegiatan ini dapat membuat warga lebih memahami makna tradisi ngeleman. Ia juga menilai kegiatan ini penting untuk mengenalkan budaya tersebut kepada anak-anak dan generasi muda.

Putra Gunawan menjelaskan di Surau Asyifa, tebau atau obor yang dinyalakan memiliki makna simbolis. Terdapat lima tebau yang dinyalakan di atas ban melambangkan rukun Islam, enam tebau melambangkan rukun iman yang mengelilingi kubah Surau Asyifa.

Ada juga 33 tebau yang melambangkan dzikir yang dianjurkan Rasulullah sebanyak 33 kali, sementara dari tepi jalan hingga ke Surau Asyifa terdapat tebau dan pelita berjumlah 99 yang melambangkan Asmaul Husna.

Ia pun berharap Surau Asyifa dapat meraih hasil terbaik dalam festival tersebut. Sementara itu, tim penilai dari MABM melakukan penilaian dengan dua kategori, yaitu kategori tradisional dan kategori modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....