Kaum Disabilitas Tetap Harus Berkelas
- 28 Feb 2026 12:13 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID., Sintang – Pemahaman terhadap disabilitas menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif. Dengan memahami disabilitas secara mendalam, kita tidak hanya membuka mata terhadap tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas, tetapi juga mendorong terciptanya kesempatan yang setara bagi semua individu.
Melalui pemahaman ini, masyarakat dapat bersama-sama membangun Indonesia yang inklusif, di mana setiap individu tanpa memandang kondisi fisik, sensorik, atau kognitifnya memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Kesadaran dan aksi kolektif inilah yang menjadi fondasi bagi masyarakat yang adil, peduli, dan menghargai keberagaman.
Narasumber dalam siaran bertema disabilitas dan inklusi di Pro1 RRI Sintang, Sabtu, 28 Februari 2026, antara lain H. Arifin, M.Thahir, Ketua Disabilitas Kabupaten Sintang, dan Redena Natalia, S.Pd, Bendahara DPC-PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia).
H. Arifin menceritakan pengalamannya menjadi penyandang disabilitas yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Dulu sebelum wafat istrinya, ia menekankan pentingnya berserah, bersabar, dan tetap tegar menghadapi tantangan. Kini ia mampu membuktikan ketegaran hidupnya; saat ini ia memiliki usaha ikan, ayam, dan beberapa kontrakan, serta tetap menekankan pentingnya berserah, bersabar, dan tegar menghadapi tantangan.
Sementara itu, Redena Natalia juga membagikan pengalaman kurang menyenangkan sejak sekolah dasar hingga kuliah. Ia sempat berhenti berkali-kali di setiap jenjang karena merasa minder, tetapi dukungan ayah dan keluarga membuatnya terus berjuang hingga lulus kuliah dan bekerja sebagai ASN.
Keduanya menekankan pentingnya pemberdayaan penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan, kemampuan, dan peluang yang setara. Mereka berharap pemerintah dapat memfasilitasi agar penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebelah mata.
Redena Natalia memberikan tips, “Harus menunjukkan diri kita dulu, apa yang kita buat, berjuang untuk diri sendiri dan jangan menyerah. Teruslah mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan.” H. Arifin menambahkan, “Kita harus membuktikan kemampuan untuk diri sendiri agar bisa memotivasi yang lain, tetap optimis dalam meraih keinginan meski ada tantangan, jangan berputus asa, tingkatkan usaha dan skill.”
Mereka berharap masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata kepada penyandang disabilitas dan mendukung terciptanya Indonesia yang inklusif. Dengan dukungan tersebut, para penyandang disabilitas akan merasa termotivasi dan lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup, serta meskipun disabilitas mereka tetap bisa berkelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....