Pemkab Sintang Dorong Petani Lokal Manfaatkan Peluang MBG

  • 26 Feb 2026 21:37 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal, untuk memanfaatkan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini mulai berjalan di daerah tersebut.

Bupati Sintang menegaskan bahwa kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG membuka peluang besar bagi produk-produk lokal, terutama hasil pertanian dan perkebunan sayur-mayur.

“Saya berkomunikasi dengan kawan-kawan yang terlibat di pertanian dan perkebunan, khususnya sayur-sayuran. Kita meyakinkan mereka supaya tidak usah takut, karena kebutuhan untuk MBG ini cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, komoditas sayuran memiliki masa panen yang relatif singkat sehingga sangat bergantung pada kepastian pasar. Tanpa pembeli yang jelas, harga hasil panen kerap anjlok saat memasuki masa panen raya.

“Biasanya kalau sayur umurnya pendek. Saat momentum panen, kalau tidak ada yang beli, harganya bisa turun drastis. Dengan adanya MBG ini, kawan-kawan petani sayur sangat terbantu,” jelasnya.

Bupati optimistis, program MBG dapat menjadi motivasi bagi petani lokal untuk meningkatkan produksi sekaligus memasok kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Sintang.

Namun demikian, ia mengakui ada tantangan dalam pelaksanaannya, terutama terkait persyaratan dari pengelola dapur MBG yang terkadang mengalami perubahan.

“Syarat dari dapur kadang berubah-ubah. Jadi saya harus hati-hati menyampaikan kepada para pemilik modal. Jangan sampai mereka sudah mengeluarkan dana besar, lalu tiba-tiba ada perubahan aturan dan mereka tidak mampu lagi memenuhi syarat tambahan,” ungkapnya.

Meski begitu, ia bersyukur karena sejumlah pengusaha lokal tetap berani mengambil peluang dengan mempertimbangkan segala konsekuensi yang ada.

“Puji syukur, di sini juga banyak pengusaha yang memang sudah menyiapkan diri atas segala konsekuensi itu. Sampai hari ini MBG di Sintang sudah cukup banyak berjalan, walaupun memang belum semua sekolah mendapatkannya, khususnya di dalam kota,” tutupnya. (Din)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....