Pertamina Jaga Distribusi BBM ke Hulu Kalbar Tetap Lancar

  • 20 Feb 2026 12:11 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus bergerak cepat menjaga ketahanan pasokan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah perhuluan Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Upaya ini dilakukan menyusul terganggunya jalur distribusi sungai akibat faktor alam yang berdampak pada proses penyaluran.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir terjadi pendangkalan signifikan di alur Sungai Kapuas–Melawi. Berdasarkan hasil monitoring hidrologis, kedalaman air saat ini tercatat sekitar 2,25 meter atau berkurang ±5 meter dari batas aman navigasi (safe draft limit) 4 meter. Kondisi tersebut membuat kapal tanker belum dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM dalam kondisi aman. Beberapa kapal juga telah berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Saat ini kami masih menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat untuk proses pembongkaran. Sambil menunggu solusi jalur sungai, distribusi diperkuat melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak agar pasokan tetap terjaga,” jelas Edi.

Penguatan distribusi melalui jalur darat memang membutuhkan waktu tempuh lebih panjang. Namun langkah ini dinilai strategis untuk memastikan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di wilayah terdampak tetap berjalan. Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk memonitor pergerakan suplai secara real time serta memprioritaskan pengiriman ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

Di Kabupaten Melawi, pemerintah daerah turut mengambil langkah koordinatif guna memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga. Pada Rabu, 18 Februari 2026 Bupati Melawi bersama Ketua DPRD, Sekda, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, Wakapolres, serta Kabag Ops Polres Melawi menggelar pertemuan dengan pihak Pertamina.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Melawi meminta agar distribusi ke seluruh SPBU dimaksimalkan, pengawasan penyaluran diperketat sesuai ketentuan yang berlaku, serta pelayanan kepada masyarakat umum diprioritaskan. Ia juga mendorong agar jam operasional SPBU dapat dimulai lebih awal guna mempercepat pelayanan, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih.

Menanggapi hal tersebut, Edi menegaskan bahwa Pertamina telah dan terus mengambil langkah-langkah percepatan distribusi, termasuk optimalisasi suplai melalui jalur darat serta penguatan pengawasan di SPBU agar penyaluran berjalan maksimal dan sesuai aturan.

“Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Pertamina akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pasokan segera kembali stabil. Kami mengimbau masyarakat melakukan pembelian sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata,” tutup Edi.

Sebagai bentuk komitmen, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan akan terus memperkuat distribusi melalui jalur darat sekaligus mempercepat solusi logistik sungai hingga kondisi penyaluran kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung optimal. (dby)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....