Warga Tionghoa Sintang Sambut Imlek 2577 Kongzili
- 15 Feb 2026 11:28 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Masyarakat Tionghoa di Kabupaten Sintang menyambut Hari Raya Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 dengan penuh suka cita. Berbagai persiapan telah dilakukan, salah satunya di Klenteng Kuan Ti Sintang yang terlihat meriah dengan ratusan lampion yang sudah terpasang.
Salah satu Pemuda Tionghoa Klenteng Kuan Ti Sintang, Awen mengatakan seluruh perlengkapan ibadah dan dekorasi telah disiapkan sejak jauh hari. Lampion telah terpasang menghiasi area klenteng, sementara lilin-lilin besar juga telah tersedia sebagai simbol penerang dan harapan di tahun yang baru.
“Persiapannya kita sudah selesai ya, segala lilin, lampion dan barongsai juga sudah siap. Untuk lampion juga sudah terpasang semua. Kalau yang di wilayah Klenteng dan Sungai Durian ini jumlah lampionnya sepertinya sampai 1.000 ya,” ujarnya, Minggu, 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, pada perayaan tahun ini masyarakat menyambut Tahun Shio Kuda Api yang diharapkan membawa semangat, kekuatan, dan keberuntungan. Harapan besar pun disematkan di tahun baru ini.
“Di Imlek tahun ini kita pastinya mengharapkan yang baik-baik, seperti kesehatan dan rezeki, serta kerukunan dan toleransi di Kabupaten Sintang tetap terjaga,” kata Awen.

Selain perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa Sintang juga tengah mempersiapkan perayaan Cap Go Meh yang akan digelar pada 3 Maret 2026. Awen yang juga menjabat sebagai Ketua Tatung mengatakan akan ada berbagai pertunjukan budaya yang memeriahkan puncak perayaan tersebut.
“Nanti ada pertunjukan Tatung, kemudian naga juga rencananya ikut pawai. Untuk jumlah Tatung mungkin sekitar belasan orang,” jelasnya.
Awen menjelaskan, tradisi Tatung sendiri merupakan warisan turun-temurun yang selalu hadir dalam perayaan Cap Go Meh. Dalam pertunjukannya, para Tatung biasanya menampilkan atraksi khas seperti tandu pisau hingga ritual tusuk pipi, yang menjadi bagian dari ekspresi budaya dan spiritual masyarakat Tionghoa.
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Sintang tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai toleransi antar umat beragama di Kabupaten Sintang. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....