BUMDes Maju Jaya Targetkan 70 Ton Sawi Hidroponik

  • 11 Feb 2026 23:09 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan daerah, BUMDes Maju Jaya Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang terus mengembangkan budidaya sawi keriting hidroponik.

Pada tahun 2026 ini, BUMDes Maju Jaya menargetkan produksi sawi keriting hidroponik mampu menembus angka 70 ton.

Hal itu disampaikan Direktur BUMDes Maju Jaya, Kuswono Wibowo dalam kegiatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Tahun 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Dak Jaya, Selasa, 10 Februari 2026.

Kuswono mengungkapkan, capaian produksi sawi keriting hidroponik hingga 31 Desember 2025 mencapai 59,235 ton. Angka tersebut jauh melampaui target awal tahun 2025 yang hanya dipatok sebesar 30 ton.

“Untuk produksi sawi keriting hidroponik per 31 Desember 2025 mampu mencapai 59,235 ton. Sebenarnya target kami di tahun 2025 sebanyak 30 ton, rupanya melebihi dari target. Kami masih memiliki angan-angan yang lebih tinggi, kami memiliki target di tahun 2026 ini sawi keriting kami tembus sampai 70 ton,” kata Kuswono.

Menurutnya, tingginya permintaan pasar menjadi salah satu faktor utama peningkatan produksi. Saat ini BUMDes Maju Jaya memiliki sekitar 25 lapak langganan di kota Sintang, dengan kebutuhan distribusi rata-rata 250 kilogram per hari.

“Alhamdulillah sawi ini permintaan pasar cukup tinggi, kemudian kami dari Bumdes juga memiliki langganan lapak kurang lebih sekitar 25 lapak, dan setiap harinya kurang lebih sekitar 250 kilogram per hari. Di mana perbulannya produksi yang dihasilkan untuk hidroponik ini rata-rata kurang lebih sekitar 5 sampai 6 ton,” ujarnya.

Tak hanya berorientasi pada keuntungan, usaha sawi hidroponik ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat di Desa Dak Jaya. BUMDes berperan sebagai pembeli hasil panen, serta memfasilitasi kelompok tani dalam pengembangan usaha.

“Usaha hidroponik ini kami secara tidak langsung memberdayakan masyarakat Desa Dak Jaya khususnya kelas menengah ke bawah. Bumdes ini sebagai pembeli atau pengepul, sekaligus memfasilitasi kaitannya dengan usaha yang dilakukan oleh kelompok tani dan masyarakat Desa Dak Jaya,” ucapnya.

Kuswono menambahkan, sawi hidroponik kini telah menjadi salah satu produk unggulan Desa Dak Jaya. Dari sisi harga, komoditas ini dinilai cukup menjanjikan bagi para petani.

“Jadi untuk saat ini Alhamdulillah bersyukur bahwa sawi hidroponik menjadi salah satu produk unggulan Desa Dak Jaya. Untuk harga jual sawi ini kan kadang naik turun, jadi minimal Rp15.000 per kilogram. Tapi kalau mahal bisa sampai Rp17.000 per kilogram, jadi bisa menguntungkan petani,” ujarnya.

Ia berharap program ketahanan pangan yang terus digencarkan BUMDes Maju Jaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dak Jaya dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan masyarakat. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....