Antrean BBM di SPBU, Ini Penjelasan Pertamina
- 11 Feb 2026 14:59 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Selama beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Sintang mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan terlihat di beberapa titik, sementara sebagian lembaga penyalur sempat mengalami kekosongan stok.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi proses distribusi adalah kondisi pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air.
| Baca juga: Polsek Kalis Antisipasi Penyalahgunaan BBM |
“Per pagi ini, ketinggian Sungai Melawi tercatat sekitar 2,7 meter dan mengalami penurunan kurang lebih 30 sentimeter. Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut BBM belum dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” jelas Edi saat dihubungi RRI Sintang, Rabu, 11 Februari 2026.
Selain itu, pola suplai juga mengalami penyesuaian melalui pengalihan distribusi dari IT Pontianak dan FT Sintang, yang memerlukan jarak serta waktu tempuh lebih panjang. Pertamina menyebut tetap mengatur ritase mobil tangki agar distribusi terus berjalan optimal. Wilayah yang terdampak penyesuaian ini meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan ulang jadwal pengiriman, percepatan suplai dari titik terdekat yang tersedia, serta optimalisasi armada distribusi. Saat ini, Pertamina juga tengah mengkaji alternatif skema bongkar muat di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, melalui metode unloading langsung dari kapal ke mobil tangki menggunakan desain skid meter. “Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur. Kami berharap langkah ini dapat semakin memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” tambah Edi.
Di sisi lain, Pertamina terus melakukan monitoring penyaluran, khususnya pada lembaga penyalur di wilayah strategis dan jalur utama, guna menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat. Koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan juga terus dilakukan agar distribusi BBM di wilayah terdampak dapat segera berangsur normal dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi. (dby)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....