Gen Z Khawatir Budaya Lokal Punah
- 11 Feb 2026 08:17 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kian masif dinilai menjadi ancaman serius bagi kelestarian budaya lokal. Generasi Z (Gen Z) di Kabupaten Sintang memprediksi, warisan tradisi daerah berpotensi punah dalam dua dekade mendatang jika tidak ada proteksi.
Kekhawatiran tersebut mencuat dalam dialog publik Podcast RRI Sintang yang menghadirkan perwakilan Gen Z, Irgi Ahmad Wijaksono. Ia menilai, kemudahan teknologi saat ini bagaikan pisau bermata dua yang perlahan menggerus keaslian tradisi.
"Dalam 10 sampai 20 tahun ke depan, budaya kita bakal banyak yang menghilang. Sekarang saja dengan adanya teknologi AI, kita sudah sulit membedakan mana yang asli dan palsu. Orang bisa lebih memilih seru main AI daripada melestarikan adat," tegas Irgi menyoroti fenomena digitalisasi.
Senada dengan Irgi, Sheria Audebi, pelajar SMAN 1 Sintang yang juga penari, mengungkapkan fakta bahwa "kematian" budaya sudah mulai terasa pada sektor permainan rakyat. Anak-anak masa kini dinilai lebih terpaku pada layar gawai (gadget) ketimbang bersosialisasi.
"Kalau seni tari mungkin masih bertahan, tapi permainan tradisional kondisinya 'menangis'. Anak-anak sekarang lebih betah rebahan main HP di rumah daripada main di luar, akhirnya permainan lama dilupakan," ujar Debi.
Menyikapi fenomena ini, Generasi muda Sintang mengajak rekan sebayanya untuk menjadikan budaya sebagai identitas diri (lifestyle), bukan sekadar mengikuti tren viral sesaat.
"Ingat, tren itu hanya sementara, tapi budaya itu selamanya. Kalau kita hanya mengikuti tren viral tanpa menjaga akar budaya, kita akan kehilangan jati diri," pungkas Irgi menutup dialog tersebut.
(Arf)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....