Musrenbang Binjai Hulu Fokus Infrastruktur Berkelanjutan
- 08 Feb 2026 15:00 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kecamatan Binjai Hulu dan Ketungau Hilir menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Aula Koperasi Unit Desa (KUD) Harapan Jaya, Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu Kamis, 5 Februari 2026.
Saat membuka kegiatan Musrenbang, Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menyampaikan Musrenbang tahun ini merupakan momentum penting untuk memastikan arah pembangunan Kabupaten Sintang berjalan selaras dengan visi dan misi RPJMD Kabupaten Sintang Tahun 2025-2029.
“Dalam RPJMD, Pemerintah Kabupaten Sintang telah menetapkan tema pembangunan tahunan sebagai arah berkelanjutan hingga tahun 2029. Tema pembangunan kita untuk tahun 2027 adalah Pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur guna meningkatkan daya saing daerah yang berkelanjutan," katanya.
Menurutnya, tema ini sangat strategis guna mendukung layanan dasar lebih merata, serta peningkatan daya dukung infrastruktur yang menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskan Ronny, untuk mendukung proses perencanaan ini, beberapa capaian pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi perencanaan RKPD 2027:
1. Panjang jalan yang dibangun/ditingkatkan: 6,6 kilometer (oleh Dinas PUPR)
2. Jembatan yang dibangun/rehabilitasi: 113 unit (PUPR)
3. Jalan permukiman yang dibangun/ditingkatkan: 55,81 kilometer (DPRKP)
4. Sarana air bersih yang dibangun: 1.342 SR (DPRKP)
5. Sarana sanitasi yang dibangun: 400 unit (DPRKP)
6. Pembangunan/rehab gedung: 41 unit (DPRKP)
7.Sarana/prasarana pendidikan dibangun/rehab: 236 unit (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
8. Sarana/prasarana kesehatan dibangun/rehab: 124 unit (Dinas Kesehatan)
Ronny menuturkan, capaian tersebut tentu memberikan dampak positif, namun masih banyak kebutuhan di lapangan yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
“Untuk tahun perencanaan 2027, target capaian Indeks Infrastruktur Kabupaten Sintang ditetapkan pada angka 56,26 persen dengan sasaran utama adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur, terutama yang menunjang konektivitas antardesa, pelayanan dasar masyarakat, dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lokal,” ucapnya.
Lebih lanjut Ronny menuturkan, Musrenbang bukan sekadar forum rutinitas, tetapi ruang untuk menyamakan persepsi pembangunan daerah, menyeleksi usulan yang paling berdampak dan paling dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat menghadirkan pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. (Sta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....