Awal Tahun, Sintang Alami Inflasi sebesar 0,55 Persen
- 03 Feb 2026 09:42 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Kabupaten Sintang mengalami inflasi sebesar 0,55 persen pada bulan Januari 2026. Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang, Puspo Sasmito mengatakan berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen, harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan, daging ayam ras dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan harga.
Dikatakan Puspo, Pada Januari 2026 Sintang mengalami inflasi year to date (Januari 2026 terhadap Desember 2025) sebesar 0,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,05. Sedangkan inflasi year on year (Januari 2026 dibandingkan Januari 2025) sebesar 4,52 persen.
Inflasi Januari 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kenaikan harga emas perhiasan seiring dengan naiknya tren harga emas dunia, kenaikan daging ayam ras disebabkan belum panennya peternak lokal sehingga harus mendatangkan barang dari luar wilayah serta kenaikan harga bahan bakar rumah tangga karena kelangkaan stok di pedagang eceran.
“Namun demikian, ada beberapa komoditas yang mengalami deflasi atau mengalami penurunan harga seperti angkutan udara, bawang merah, dan brokoli,” kata Puspo Sasmito, Selasa, 3 Februari 2026.
Lebih lanjut, Puspo menilai inflasi yang terjadi masih tergolong terkendali dan berada dalam kisaran yang wajar. Ia menambahkan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta instansi terkait tetap terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga, terutama menjelang bulan-bulan dengan potensi peningkatan permintaan masyarakat.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sintang juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga. Badan Pusat Statistik terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok untuk memberikan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi di daerah.
“Mari bersama-sama kita menjaga agar Kabupaten Sintang tidak terjadi inflasi tinggi,” Ucapnya. (ril/Tin)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....