Forestwise Lestarikan Tengkawang, Buah Lokal yang mulai Langka

  • 02 Feb 2026 21:54 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - PT Forestwise Wild Keepers terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian buah Tengkawang, salah satu buah lokal khas Kalimantan Barat yang sempat terlupakan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas hutan.

Manajer Project Forestwise, Zaki Ruhyaman Bakran menjelaskan pihaknya aktif melakukan pencarian buah Tengkawang di seluruh wilayah Kalimantan Barat, bahkan hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera. Langkah ini dilatarbelakangi oleh maraknya pohon Tengkawang tua yang ditebang akibat minimnya nilai ekonomi di masa lalu.

Menurut Zaki, Tengkawang pernah menjadi komoditas unggulan Kalbar, namun perlahan ditinggalkan. Padahal, pohon Tengkawang masih banyak ditemukan di berbagai kabupaten seperti Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, Bengkayang, Sambas, hingga Ketapang.

"Buah Tengkawang ini dulunya pernah menjadi semacam komoditi primadonanya Kalbar, tapi mulai terlupakan. Untuk tahun 2025 lalu kita paling banyak dapat Tengkawang itu dari Kabupaten Landak, Bengkayang, Sekadau, Sanggau dan Ketapang ada sedikit," ujar Zaki, Selasa, 3 Februari 2026.

Zaki menjelaskan, Forestwise mulai mengembangkan Tengkawang berdasarkan permintaan masyarakat yang sebelumnya kesulitan menjual dan mengolah buah tersebut. Dari hasil riset, Tengkawang diketahui memiliki potensi besar sebagai pengganti cokelat.

Sejumlah produk olahan Tengkawang bahkan telah menembus pasar internasional hingga Eropa dan Amerika Serikat. Selain nilai ekonomi, Tengkawang juga memiliki nilai ekologis karena tumbuh di hutan masyarakat, sehingga mendorong warga untuk menjaga hutan dan pohon yang bernilai jual.

"Salah satu produknya itu kita sudah tembus ke pasar internasional, bahkan sampai ke Eropa dan Amerika. Bayangkan produk lokal yang kita punya dan juga endemiknya Kalimantan Barat itu bisa tembus di pasar Eropa," kata Zaki.

Sejak 2018, Forestwise fokus menggarap Tengkawang secara serius agar memenuhi standar global. Saat ini, Forestwise juga telah memiliki pabrik pengolahan di Kabupaten Sintang.

"Kami juga memiliki pabrik pengolahan Tengkawang di Sintang, jadi Tengkawang yang Bapak Ibu punya itu bakal kami olah di Kabupaten Sintang untuk dijadikan mentega yang kemudian bisa di ekspor. Jadi selagi pabrik ini masih berdiri maka Tengkawang ini akan punya nilainya. Bahkan dari beberapa produk turunannya, kami punya sabun dari Tengkawang itu sudah masuk jadi produk unggulan daerahnya Sintang," ucap Zaki.

Selain itu, Forestwise turut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Perusahaan ini juga mengajak generasi muda dan perempuan untuk terlibat, mengingat hampir separuh penjual Tengkawang berasal dari kalangan perempuan.

Melalui pengembangan Tengkawang yang bernilai dan memiliki pasar, Forestwise berharap masyarakat semakin terdorong menjaga kelestarian pohon Tengkawang serta mengembangkan pembibitan demi menghijaukan kembali Kalimantan Barat. (Sta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....