Mendaki Bukit Liang, Batas Kabupaten di 620 MDPL
- 31 Jan 2026 20:33 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID - Sintang, Pendakian ke Bukit Liang di Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, menjadi pengalaman berkesan bagi penulis bersama tim pada 7 Desember 2025. Perjalanan ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan penjelajahan alam sekaligus mempererat kebersamaan tim, dengan rencana bermalam di puncak bukit hingga keesokan harinya, 8 Desember 2025.
Bukit Liang yang berada pada ketinggian 620 meter di atas permukaan laut (mdpl) menyimpan keunikan tersendiri. Di puncaknya terdapat sebuah patok batas wilayah yang menandai perbatasan antara Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Titik ini menjadi simbol geografis sekaligus tujuan utama pendakian yang penuh tantangan dan makna. Jansen dan Ega anggota tim pendaki yang takjub melihat patok batas antara kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu ini mengatakan ini dia yang unik di bukit ini yang membuat para pendaki ingin datang kesini. seakan orang yang ingin melihat patok batas ini harus effort dulu harus naik bikut setinggi 620 mdpl. Mereka sempat bercanda gurau di melompat dari Kabupaten Sintang muncul lansung di Kabupaten Kapuas Hulu dengan satu lompatan saja.
“Hup udah di Kapuas Hulu, hup udah di sintang lagi. Eee tangan di Sintang badan di Kapuas Hulu. Eee kepala ku udah di Kapuas Hulu badan lagi di Sintang”. Katanya.
Selama perjalanan menuju puncak, tim disuguhkan jalur pendakian yang bervariasi, mulai dari lintasan landai hingga tanjakan curam yang menguji fisik. Meski demikian, rasa lelah terbayar oleh keindahan alam sekitar, terutama pemandangan tebing-tebing bukit yang tinggi dan tampak eksotis, menciptakan panorama alam yang memukau mata.
Malam hari di puncak Bukit Liang menghadirkan suasana yang hening, sejuk, dan menenangkan. Para pendaki menikmati malam dengan perbekalan logistik seadanya yang dibawa dari bawah. Dalam keterbatasan tersebut, kebersamaan justru terasa semakin erat, ditemani udara dingin dan langit malam yang sunyi.
Suasana ngobrol santai di malam hari menjadi momen yang paling berkesan. Canda dan cerita yang mengalir di antara anggota tim membuat waktu berkumpul terasa begitu hangat dan akrab. Kebersamaan sederhana di alam terbuka ini menghadirkan kenangan yang sulit dilupakan. Yuni salah satu anggota tim di pendakian ini mengatakan ingin kesini lagi karena suasana akrab bisa terjalin dengan teman, walaupun nantinya bukan bukit ini lagi yang menjadi tujuan yang pasti ia ketagihan ingin mendaki dan menikmati suasana seperti ini lagi.
“Seru, Senang, ndak bakal terlupakanlah. Walaupun capek tapi mau lagi, suatu saat pasti ikut mendaki lagi karena terbayarkan dengan keindahan pemandangan selama naik, selama di puncak dan pasti turunnya juga besok suasana dan pemandangannya indah banget”. Ucapnya.
Keindahan alam Bukit Liang semakin sempurna saat pagi hari tiba. Sekitar pukul 08.00 WIB, tim disuguhi pemandangan lautan awan yang membentang luas di bawah puncak bukit. Pemandangan tersebut tampak begitu menawan, menciptakan suasana magis yang menjadi hadiah istimewa bagi para pendaki.
Perjalanan turun kembali dilalui dengan penuh rasa syukur. Pepohonan yang rindang, udara pagi yang sejuk, serta dedaunan yang dipenuhi embun menemani langkah pulang. Seluruh rangkaian perjalanan pendakian Bukit Liang ini pun tertulis sebagai bagian dari sejarah perjalanan hidup yang menyenangkan dan penuh makna bagi penulis dan tim.RMD
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....