Dinas Perpustakaan Sintang Gelar Pelatihan Hidroponik

  • 29 Jan 2026 22:30 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang melaksanakan kegiatan pelatihan hidroponik kepada 25 peserta selama satu hari di Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Sintang, Kamis, 30 Januari 2026.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang, Setina mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan pelatihan hidroponik (tanam cabe) untuk evaluasi terhadap hasil-hasil yang telah dicapai dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bagi masyarakat.

Menurut Setina kegiatan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial (TPBIS) ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta sharing tantangan apa saja yang dihadapi selama pelaksanaan program, serta strategi-strategi efektif yang diterapkan dalam memberdayakan masyarakat melalui layanan perpustakaan yang inklusif.

“Hasil dari kagiatan ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat untuk pengembangan lebih lanjut dari program perpustakaan inklusi sosial di kabupaten sintang. dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang tinggi, kegiatan tpbis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Setina.

Sementara itu, Bupati Sintang melalui Pelaksana tugas Asisten Perekonomian dan pembangunan, Edy Harmaini mengatakan menyambut positif terlaksananya kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi social, pelatihan hidroponik tanam cabe ini merupakan langkah awal yang baik bagi terbangunnya sinergitas seluruh elemen lapisan masyarakat dalam meningkatkan peran perpustakaan untuk memperkuat kemampuan literasi masyarakat, meningkatkan kreativitas, serta mendukung kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

“Perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan belajar masyarakat. Melalui program TPBIS, perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi warga,” kata Edy Harmaini.

Selain itu, pelatihan hidroponik tanam cabai ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap ingin produktif. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan ramah lingkungan, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara mandiri di rumah masing-masing, sekaligus membuka peluang usaha kecil yang dapat menambah penghasilan keluarga. (Tin)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....