Kabupaten Sintang Waspada Rabies
- 29 Jan 2026 11:45 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID., Sintang- Kepala Puskesmas Tanjung Puri, dr. Andar Jimmy Pintabar, mengimbau masyarakat Kabupaten Sintang, khususnya Kecamatan Sintang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies. Rabies merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat dan sangat berbahaya karena dapat berujung pada kematian apabila tidak segera ditangani.
Saat dimintai keterangan, Kamis 29 Januari 2026, dr. Andar mengatakan rabies masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. "Penularannya umumnya terjadi melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi virus rabies," ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengenali bahaya rabies dan melakukan langkah pencegahan sejak dini.
dr. Andar menjelaskan, gejala rabies pada hewan penular ditandai dengan perubahan perilaku menjadi sangat agresif dan gelisah, takut terhadap air dan cahaya, air liur keluar secara berlebihan, serta menggigit tanpa sebab. Pada tahap lanjut, hewan dapat mengalami kejang hingga akhirnya mati. Hewan penular rabies antara lain anjing, kucing, monyet, dan kelelawar.
Sementara itu, gejala rabies pada manusia pada tahap awal dapat berupa demam, sakit kepala, serta nyeri pada bekas gigitan. “Jika tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi takut air, sulit menelan, gelisah, kejang, hingga lumpuh," jelasnya.
"Hal tersebut menjadi tanda rabies telah memasuki tahap lanjut," tambahnya.
Untuk mencegah rabies, masyarakat diimbau agar mengurung dan mengawasi hewan peliharaan serta memberikan vaksin rabies secara rutin. Langkah pencegahan tersebut dinilai sangat efektif untuk menekan risiko penularan rabies dari hewan ke manusia.
Apabila terjadi kasus gigitan hewan penular rabies, masyarakat diminta segera mencuci luka bekas gigitan dengan air mengalir selama 15 menit menggunakan sabun atau deterjen, kemudian memberikan antiseptik seperti alkohol 70 persen atau povidon iodin. Setelah itu, korban harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin anti rabies.
dr. Andar mengatakan, berdasarkan data per 26 Januari 2026 tercatat 58 kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Sintang. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Sepauk sebanyak 14 kasus, disusul Kecamatan Tempunak 11 kasus, dan wilayah Tanjung Puri sebanyak 5 kasus.
Sementara itu, warga Baning Kota Sintang, Ipah, mengaku takut pada hewan penular rabies. "Iya, saya suka takut kalau ada hewan penular rabies, takut kena gigit, apalagi saya sering jalan ke rumah anak saya. Tapi semoga semuanya aman dan terkendali,” ungkapnya. (DS)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....