Trend Ekspor Ikan Jelawat di Perbatasan Kapuas Hulu Meningkat

  • 18 Jan 2025 14:06 WIB
  •  Sintang

KBRN, Kapuas Hulu: Berdasarkan data Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalbar Satuan pelayanan (Satpel) PLBN Badau, volume ekspor ikan jelawat ke Malaysia melalui PLBN Badau pada tahun 2023 mencapai 7,941 ton dengan nilai ekspor sekitar 635 juta rupiah. Kemudian pada tahun 2024, tren ekspor ikan sultan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kepala Karantina Satpel PLBN Badau, Septyardhi Haryono mengatakan dilansir dari data BKHIT Kalbar Satpel PLBN Badau, Pada tahun 2024, volume ekspor ikan jelawat mencapai 10,776 ton dengan nilai ekspor sekitar 862 juta juta rupiah . Dengan nilai fantastis tersebut, menjadikan ikan jelawat sebagai salah satu primadona ekspor ke Malaysia.

“Dengan nilai jual yang tinggi dan rasanya yang lezat, wajar saja bila ikan jelawat ini sangat diminati,” kata Septyardhi Haryono, Sabtu (18/1/2025).

Satpel PLBN Badau lanjut Septyardhi Haryono memastikan kualitas dan keamanan produk ikan jelawat ini sebelum diekspor lewat pemeriksaan dan sertifikasi Kesehatan.

“Karantina siap bersinergi bersama dengan stakeholder terkait dalam mendampingi masyarakat yang ingin melakukan ekspor ikan jelawat dan produknya,” Ucapnya.

Ikan Jelawat atau ikan dengan nama latin Leptobarbus hoevenii ini merupakan ikan lokal konsumsi yang banyak ditemukan di perairan Kabupaten Kapuas Hulu. Dengan potensi berat mencapai 10 kg dan rasa dagingnya yang lezat. (ril/Tin)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....