Mengenal Tradisi Nugal Suku Dayak di Kalimantan Barat
- 28 Sep 2024 18:33 WIB
- Sintang
KBRN, Sintang: Nugal merupakan salah satu tradisi menanam padi yang unik dan telah dilakukan secara turun-temurun oleh suku Dayak di Kalimantan Barat. Tradisi ini dilaksanakan ketika pemilik lahan telah membuka ladangnya dan siap untuk ditanami padi.
Tradisi Nugal masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini, terutama di Desa Temiang Empakan Kayu Lapis, KM 64, Kecamatan Sepauk, yang melaksanakan Nugal pada Kamis (26/9/2024). Keunikan tradisi ini terletak pada prosesnya yang melibatkan seluruh warga setempat, baik laki-laki maupun perempuan.
Saat Nugal dimulai, para pria akan membawa kayu runcing untuk melubangi tanah yang akan ditanami padi. Sementara itu, para wanita berjalan di belakang mereka sambil menunduk untuk memasukkan benih padi ke dalam lubang yang telah dibuat. Menunduk saat menanam benih memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai bentuk penghormatan kepada benih yang ditanam. Proses menabur padi ini juga tidak boleh dilakukan sembarangan, benih harus dimasukkan seluruhnya ke dalam lubang yang telah disiapkan.
Setelah kegiatan Nugal selesai, seluruh masyarakat akan makan bersama di ladang, sehingga tidak ada yang makan siang di rumah masing-masing.
Dimi, pemilik ladang, mengatakan bahwa sebelum Nugal, ada doa bersama terlebih dahulu agar panen melimpah. Ia juga merasa senang dengan tradisi Nugal ini.
"Saya senang dengan Nugal ini. Banyak masyarakat antusias bergotong royong dalam Nugal ini. Nugal ini adalah tradisi dari nenek moyang kami," ujar Dimi.
Semangat kebersamaan dan gotong royong sangat kental dalam tradisi Nugal, menjadikannya salah satu simbol kekuatan masyarakat Dayak. (Lin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....