Tradisi Terempoh Hangatkan Silaturahmi Warga Sintang di Momen Lebaran
- 24 Mar 2026 11:18 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Di tengah hangatnya suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H, masyarakat Kabupaten Sintang tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal yang sarat makna, salah satunya adalah budaya terempoh. Tradisi ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun keakraban antarwarga dan keluarga.
Terempoh merupakan tradisi berkumpul dan saling mengunjungi yang dilakukan masyarakat di Sintang, baik bersama keluarga besar, tetangga, maupun kerabat.
Salah seorang warga Sintang, Setya Nurwartyaningsih mengatakan tradisi terempoh ini memiliki nilai yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama saat perayaan Idulfitri.
“Di sini kita itu ada kebiasaan terempoh kalau Lebaran. Terempoh itu berkunjung dari rumah ke rumah untuk menjalin tali silaturhami. Melalui terempoh, kita bisa saling bertemu, mempererat silaturahmi, dan menjalin kembali hubungan yang mungkin jarang terjalin karena kesibukan sehari-hari,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Dalam suasana penuh kebersamaan, masyarakat saling berbagi cerita, menikmati hidangan khas lebaran, serta mempererat hubungan sosial yang telah terjalin.
“Selain makan kue-kue ringan khas Lebaran, untuk Terempoh ini biasanya setiap rumah itu menyajikan makanan berat juga untuk tamu yang datang. Jadi orang datang itu wajib makan, karena ini kan sudah jadi tradisi disini,” ucapnya.
Setya menambahkan, tradisi ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan kepada generasi muda agar tetap menghargai budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, di era modern saat ini, menjaga tradisi seperti terempoh menjadi tantangan tersendiri. Namun, masyarakat Sintang tetap berupaya mempertahankannya sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan.
“Dalam terempoh ini kita ingin meningkatkan rasa persaudaraan, jadi walaupun dengan tetangga-tetangga kita itu udah seperti saudara, jadi kita gantian nanti saling berkunjung ke rumah-rumah,” kata Setya.
Ia menjelaskan, suasana kehangatan dan kebersamaan pun terasa begitu kental dalam setiap pertemuan. Tawa, canda, serta saling memaafkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi ini.
Dengan terus dilestarikannya budaya terempoh, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan silaturahmi di tengah masyarakat Sintang tetap terjaga, khususnya dalam momentum Hari Raya Idulfitri. (Sta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....