Gagal Puasanya? Ini Penjelasan Ustadz Edi Toni

  • 15 Mar 2026 21:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan bahwa tidak semua orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala dari ibadahnya. Bahkan, beliau menyebutkan bahwa akan ada banyak orang yang berpuasa namun tidak memperoleh apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Peringatan ini kembali disampaikan oleh Ustadz Edi Toni dalam tausiyahnya pada program Komunikasi Ramadhan (KORMA) yang digelar pada Minggu, 15 Maret 2026.

Dalam tausiyah tersebut, Ustadz Edi Toni mengangkat tema Puasa yang Rusak dan Tertolak Bermula dari Sholat yang Rusak. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah telah mengingatkan umatnya agar tidak menjalankan puasa hanya sebatas menahan lapar dan dahaga. “Nah Pada hadist ini Rasulullah sudah mengingatkan kepada kita bahwa akan banyak orang yang puasanya gagal”, jelasnya.

Ia kemudian mengutip hadist Rasulullah yang menjelaskan bahwa siapa saja yang tidak meninggalkan ucapan dusta, kata-kata bohong, serta perilaku tidak jujur dan perbuatan yang tidak bermanfaat, maka Allah tidak membutuhkan orang tersebut meninggalkan makan dan minumnya. Dengan kata lain, puasa yang dijalankan tanpa menjaga lisan dan perilaku dapat kehilangan nilai ibadahnya di sisi Allah.

Lebih lanjut, Ustadz Edi Toni menegaskan bahwa dalam menjalankan puasa, seorang muslim memang diwajibkan meninggalkan hal-hal yang secara syariat membatalkan puasa seperti makan, minum, dan berhubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah menjaga diri dari ucapan dusta, perilaku tidak jujur, serta perbuatan yang tidak memiliki manfaat. “Disini jelas utama yang harus dilakukan seorang hamba disamping meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa berupa syariat prilaku lahiriyah tidak makan dan minum dan tidak berhubungan suami istri dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dan terpenting ketika puasa meninggalkan ucapan ucapan dusta prilaku-prilaku dusta atau yang tidak jujur dan yang tiada bermanfaat”, ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa salah satu tanda diterimanya ibadah seseorang adalah berkurangnya perbuatan maksiat dalam kehidupannya. Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan benar akan membawa perubahan positif berupa meningkatnya ketaatan kepada Allah dan semakin jauhnya seseorang dari perbuatan dosa. Oleh karena itu, umat muslim diharapkan tidak hanya fokus pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki akhlak serta menjaga lisan selama menjalankan ibadah puasa. (RMD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....