Puasa Ramadhan Latih Pengendalian Diri

  • 14 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID - Sintang, Tausyah yang disampaikan oleh Ustadz Solihuddin dalam Program Acara Komunikasi Ramadhan (KORMA) dengan tema Hakekat Tujuan Puasa pada Kamis, 12 Maret 2026 mengingatkan umat Islam untuk melengkapi dan menyempurnakan pelaksanaan rukun Islam. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa seorang Muslim hendaknya berusaha menjalankan seluruh rukun Islam yang berjumlah lima, yaitu syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji bagi yang mampu.

Menurutnya, seseorang yang mengaku sebagai Muslim seharusnya berupaya semaksimal mungkin menjalankan perintah Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa kesempatan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tahun 1447 Hijriah merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. “Alhamdulillah, tahun ini kita kembali diberi kesempatan oleh Allah untuk melaksanakan puasa Ramadhan sebagai bagian dari penyempurnaan rukun Islam”. Katanya.

Dalam penjelasannya, Ustadz Solihuddin juga menguraikan makna puasa secara bahasa dan istilah. Ia menjelaskan bahwa secara bahasa puasa berarti imsak atau menahan diri, yang sering diingatkan oleh para marbot dan takmir masjid menjelang waktu Subuh. Sementara secara fikih, puasa diartikan sebagai menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa termasuk hubungan suami istri, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa hakikat puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus. Mengutip kandungan dalam Surah Al-Baqarah, tujuan utama puasa adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. Ketakwaan tersebut diwujudkan dengan ketaatan yang konsisten dalam menjalankan perintah Allah di mana pun dan kapan pun.”yang pertama sudah jelas di dalam surah al baqarqh itu supaya kita ini benar benar menjadi hamba Allah yang diakui oleh Allah menjadi orang yang bertaqwa”. Ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan beberapa hikmah puasa yang perlu dipahami umat Islam. Puasa menjadi sarana untuk mengontrol hawa nafsu, merasakan nikmatnya makanan saat berbuka, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama. Dengan merasakan lapar dan haus, umat Islam diharapkan semakin peduli terhadap saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan dan tidak selalu dapat menikmati kehidupan seperti yang dirasakan sebagian orang.RMD

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....