Kontroversi Regulasi Mesin Mercedes di F1 2026

  • 30 Mei 2026 20:29 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Musim Formula 1 2026 diwarnai kontroversi yang melibatkan tim Mercedes, menyusul dugaan pemanfaatan celah regulasi terkait rasio kompresi mesin. Pada 28 Februari 2026, FIA selaku badan pengatur Formula 1 mengeluarkan peraturan baru sebagai respons atas polemik yang berkembang. Aturan tersebut mewajibkan Mercedes untuk tidak lagi menggunakan celah pada mesinnya terhitung mulai 1 Juni 2026, tepat sebelum Monaco Grand Prix digelar.

Mengutip dari Crash.net, sejumlah kompetitor meyakini bahwa Mercedes memanfaatkan celah dalam metode pengukuran rasio kompresi yang memungkinkan tim tersebut mencapai rasio lebih tinggi saat mesin beroperasi pada suhu kerja. BBC Sport juga memberikan penjelasan mendalam, bahwa regulasi F1 2026 telah menurunkan batas rasio kompresi dari 18:1 menjadi 16:1, dengan tujuan menarik produsen mesin baru dan meningkatkan standar efisiensi.

Selain itu, regulasi yang berlaku hanya mewajibkan pengukuran mesin dalam kondisi dingin. Dari celah inilah sejumlah kompetitor menduga Mercedes menemukan cara untuk mempertahankan rasio yang lebih tinggi saat mesin memanas selama balapan berlangsung, sehingga dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada.

Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menolak keras tuduhan tersebut. Menurut laporan New York Times, Wolff menegaskan bahwa Mercedes tidak melakukan tindakan ilegal dan mengkritik para pesaing agar lebih berkonsentrasi pada pengembangan performa tim mereka sendiri. Sebelumnya, produsen kompetitor seperti Ferrari, Honda, Audi, dan Red Bull dilaporkan telah mendesak FIA untuk mengintervensi lebih awal karena khawatir Mercedes memiliki keunggulan tenaga kuda yang signifikan.

Wolff juga menilai persoalan ini lebih sebagai akibat dari ketidakjelasan regulasi Formula 1. Ia menegaskan bahwa Mercedes telah bekerja sama secara penuh dengan FIA selama proses pengembangan mesin, dan bahwa desain sistem pengatur suhu mesin tersebut telah berulang kali mendapat persetujuan.

Mendekati Monaco Grand Prix, belum ada pernyataan resmi mengenai langkah yang akan diambil Mercedes terkait pemberlakuan regulasi baru tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....