Kerak Telor, Jajanan Betawi yang Tetap Eksis di tengah Kuliner Modern
- 25 Agt 2026 15:57 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang- Berbicara tentang jajanan tradisional khas Jakarta, nama kerak telor hampir selalu masuk dalam daftar. Makanan khas Betawi ini memiliki cita rasa gurih dengan aroma khas kelapa sangrai dan ebi, serta cara memasak yang unik menggunakan tungku atau arang.
Kerak telor dibuat dari bahan utama beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi, kelapa parut sangrai atau serundeng, bawang goreng, garam dan merica. Bahan-bahan tersebut kemudian dimasak hingga bagian bawahnya membentuk kerak yang menjadi ciri khas makanan ini.
Yang membuat kerak telor menarik perhatian bukan hanya rasanya, tetapi juga proses pembuatannya. Pedagang biasanya memasak kerak telor di atas arang, sehingga aroma bakaran berpadu dengan gurihnya telur, ketan, kelapa sangrai dan ebi. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menyebut kerak telor sebagai salah satu ikon budaya Betawi yang hingga kini masih dijumpai dalam berbagai acara budaya dan festival.
Kerak telor telah dikenal masyarakat Jakarta sejak masa kolonial. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, pada masa Batavia, banyaknya pohon kelapa membuat masyarakat Betawi memanfaatkan kelapa sebagai salah satu bahan pangan, termasuk dalam pembuatan kudapan kerak telor.
Menariknya, kerak telor juga memiliki makna filosofis. Dalam dokumen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, makanan ini disebut sebagai perlambang pergaulan yang harmonis. Karena itu, kerak telor tidak hanya dipandang sebagai makanan ringan, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya masyarakat Betawi.
Dahulu kerak telor identik dengan pedagang jajanan tradisional. Kini, keberadaannya juga kerap terlihat dalam berbagai festival, acara kebudayaan, pameran dan kegiatan pariwisata.
Sumber:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....