Dubai Chewy Cookie, Tren Manis yang Sedang Menguasai Media Sosial
- 11 Agt 2026 10:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Dubai Chewy Cookie adalah hidangan penutup yang belakangan ini menjadi topik hangat di Indonesia. Camilan ini merupakan perpaduan antara marshmallow yang kenyal dan isian renyah, biasanya berupa kunafa atau kataifi yang dicampur dengan krim pistachio, kemudian dibalut lapisan cokelat. Tren ini bermula dari popularitas “Dubai Chocolate” dan dikembangkan lebih lanjut oleh berbagai kafe serta toko roti di Korea Selatan, sebelum akhirnya viral di Indonesia melalui media sosial.
Di Indonesia, sejumlah toko roti mulai menghadirkan Dubai Chewy Cookie dengan berbagai variasi rasa dan ukuran. Salah satunya adalah Don Bakeshop yang menjual Dubai Chewy Cookie dengan harga sekitar Rp65.000 per buah. Toko roti ini menjadi salah satu gerai yang ramai dibahas di media sosial sejak meluncurkan menu tersebut. Selain Don Bakeshop, beberapa toko roti lain juga mulai menawarkan hidangan penutup serupa dengan kisaran harga yang bervariasi, bergantung pada ukuran dan bahan yang digunakan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan tidak lagi dinilai semata-mata dari rasanya. Di era media sosial, daya tarik visual menjadi faktor krusial yang mendorong pesatnya popularitas suatu produk. Video yang menampilkan tekstur kue yang kenyal, isian yang melimpah, serta sensasi renyah dari kunafa memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna media sosial. Konten semacam itu sering kali meraih jutaan penayangan sehingga memicu rasa penasaran publik untuk mencicipi camilan tersebut.
Selain tampilannya yang menarik, perpaduan tekstur menjadi hal yang membedakan Dubai Chewy Cookie dari kue-kue biasa. Lapisan marshmallow yang lembut berpadu dengan isian pistachio yang lembut serta kunafa yang renyah sehingga menciptakan pengalaman bersantap yang unik. Kombinasi rasa manis dan gurih ini membuat banyak orang menganggap hidangan penutup tersebut menawarkan pengalaman baru yang jarang ditemukan pada produk serupa.
Dubai Chewy Cookie Apakah Halal?
Tidak sedikit muslim yang bertanya apakah makanan viral ini halal untuk dikonsumsi. Kebanyakan orang mengira status kehalalan makanan hanya dilihat dari bahan utama. Padahal, produk olahan seperti dubai chewy cookie memiliki penilaian halal yang lebih kompleks. Tak hanya bahan baku tetapi bahan tambahan, bahan penolong, proses produksi, serta fasilitas pengolahan harus dipastikan memenuhi persyaratan halal.
| Baca juga: Mengenal Ragam Cokelat |
Lantas apa saja yang harus diperhatikan bagi seorang muslim untuk memastikan halal atau tidaknya dubai chewy cookie yang ingin dikonsumsi?
1. Perhatikan Bahan Baku
Hal pertama bagi penikmat dubai chewy cookie yang ingin memastikan makanannya halal yaitu mencermati bahan baku, utamanya marshmallow dan gelatin. Umumnya, bahan ini mengandung gelatin dari kulit atau tulang sapi, kerbau, ikan, bahkan babi sekalipun. Gelatin dari hewan yang halal tidak serta-merta bisa dinyatakan halal. Auditor harus memastikan asal hewan, proses penyembelihan sesuai syariat serta proses pengolahan gelatin itu sendiri.
"Kalau sumbernya dari sapi, belum bisa langsung dipastikan halal. Kita harus mengetahui apakah penyembelihannya sesuai syariat atau tidak," ungkap Ade.
2. Cermati Bahan Tambahan di Cokelat dan Pistachio Cream
Memperhatikan bahan tambahan pada cokelat dan pistachio cream jadi titik kritis yang kedua. Meski keduanya berasal dari bahan nabati, proses pembuatannya bisa melibatkan banyak banyak tambahan seperti emulsifier, flavor, gula, shortening, stabilizer serta pewarna. Dalam cokelat, emulsifier dan perisa perlu dicermati. Emulsifier ini asalnya dari lemak hewani, sedangkan beebrapa produk menggunakan perisa seperti rhum yang ada kandungan alkoholnya sehingga tidak bisa dikonsumsi muslim.
Kemudian, proses pengolahan cokelat juga bisa menggunakan pelarut berupa air atau etanol. Air tentu tidak menjadi persoalan, sementara etanol harus diperhatikan berasal dari sumber yang tidak mengandung khamar.
3. Perhatikan Gula, Tepung, dan Kataifi yang Digunakan
Gula, tepung, kataifi atau kunafa juga perlu diperhatikan. Pada gula, proses pemurniannya bisa menggunakan karbon aktif sebagai bahan penolong. Karbon aktif itu berasal dari tumbuhan, batu bara, atau tulang hewan. Bila berasal dari tulang hewan, maka asal hewan serta proses penyembelihannya jadi bagian penting dalam audit halal. Sementara itu, pada tepung terigu proses fortifikasi vitaminnya jadi paling utama. Vitamin yang ditambahkan harus diverifikasi sumber bahan dan proses pembuatannya karena bisa berasl dari unsur hewani atau melibatkan pelarut tertentu.
Kemudian pada kataifi atau kunafa memang berbahan dasar tepung. Tetapi, proses pembuatannya sering digunakan butter, margarin, shortening atau bahan tambahan yang kehalalannya harus dipastikan.
4. Memastikan Proses Produksi dan Adanya Sertifikat Halal
Terakhir, halal atau tidaknya produk tak hanya sampai pada bahan yang digunakan. Formula dari seluruh bahannya tetap harus diproduksi di fasilitas yang bebas darkontaminasi bahan haram atau najis. Misalnya, peralatan produksi, tempat penyimpanan, alur pengolahan, serta proses penyajian termasuk bagian yang diperiksa daam audit halal. Bahan baku dubai chewy cookie merupakan produk impor seperti cokelat, gelatin, emulsifier, flavor hingga pewarna.
Dengan begitu, auditor halal akan menelusuri dokumen bahan, asal pemasok, fasilitas produksi serta status halal dari negara asalnya. Oleh sebab itu, konsumen muslim harus memastikan produk yang ingin dibeli sudah disertifikasi halal.
Apabila produk dubai chewy cookie tersebut homemade, pre-order atau dibeli lewat media sosial maka jangan ragu untuk bertanya bahan yang digunakan serta status kehalalan bagi penjual.
Sumber Refrensi Utama : https://www.detik.com/hikmah
https://suarausu.or.id/dubai-chewy-cookie-tren-manis-yang-sedang-menguasai-media-sosial/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....