Belimbing Darah, Buah Eksotis Dari Jantung Kalimantan
- 06 Apr 2026 10:20 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang: Di tengah rimba Kalimantan yang lebat dan hijau, tumbuh sejenis buah eksotis yang sering membuat orang penasaran. Bentuknya kecil, kulitnya hijau saat muda lalu berubah merah menyala ketika matang. Orang menyebutnya belimbing hutan atau belimbing darah. Nama ilmiahnya Baccaurea angulata.
Buah ini tumbuh liar di hutan tropis Kalimantan, Brunei, dan Sabah. Ukurannya sebesar bola pingpong, dengan kulit tebal dan daging berwarna merah keunguan. Saat digigit, rasa asam manisnya langsung menyeruak, segar sekaligus menggoda. Tak heran jika masyarakat hutan sering mengolahnya menjadi jus, selai, bahkan rujak. Di beberapa tempat, belimbing darah juga disajikan sebagai sambal buah yang berpadu sempurna dengan ikan bakar atau nasi hangat.
Buah ini dipercaya kaya tembaga yang sangat baik untuk memberikan manfaat anti-inflamasi atau anti peradangan. Beberapa orang percaya bahwa buah ini cukup baik untuk mengatasi radang sendi.Jika dikonsumsi pagi hari, buah belimbing darah diyakini bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga dapat menjalani hari dengan penuh semangat.Pada akhirnya, imunitas pun meningkat.Selain tembaga, belimbing darah juga mengandung zat baik lainnya seperti zat besi, zinc, dan mangan yang sangat baik. Selain itu, vitamin serta mineral lainnya pun ada di dalam buah ini dan bermanfaat sekali untuk kesehatan.
Manfaat kesehatan dari buah ini selain anti-inflamasi adalah membantu masa pertumbuhan tulang, pigmentasi rambut dan mata, menjaga kesehatan tulang, memaksimalkan penyerapan vitamin dalam tubuh, baik untuk otot, hingga mengatur suhu tubuh.
Dalam pengobatan tradisional, air perasannya dipercaya membantu menurunkan tekanan darah dan membersihkan racun dalam tubuh. Sungguh menarik: buah liar dari hutan ternyata menyimpan khasiat yang tidak kalah dari buah impor.
Di pasar-pasar kecil pedalaman Kalimantan, belimbing hutan sering dijual dalam anyaman rotan. Penjualnya biasanya ibu-ibu yang memetik langsung dari pohon di tepi hutan. Saat dibelah, tampak daging buahnya yang merah pekat mengeluarkan aroma khas perpaduan antara manggis, markisa, dan sedikit rasa buah naga. Tak heran anak-anak desa menyebutnya “permen hutan”, karena selain manis dan segar, warnanya menggoda seperti permen buah alami.
Beberapa komunitas lokal dan peneliti mulai berupaya membudidayakan belimbing hutan di lahan-lahan agroforestri. Hasilnya tidak hanya menjaga keberlangsungan spesies ini, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa. Sirup belimbing darah, dodol, hingga minuman fermentasi alami kini mulai dipasarkan secara daring.
Produk-produk ini menunjukkan bahwa menjaga hutan tak harus berarti menutup diri dari kemajuan,justru menjadi bagian dari ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Belimbing hutan mengajarkan bahwa kekayaan sejati sering tersembunyi di tempat paling sederhana. Buah kecil berwarna darah ini bukan sekadar makanan, tapi juga pengingat bahwa hutan adalah sumber kehidupan yang tak ternilai. Di tengah derasnya modernisasi, mengenal dan melestarikan belimbing hutan berarti menjaga jantung Kalimantan tetap berdenyut penuh rasa, warna, dan harapan bagi generasi mendatang.
Sumber :
https://women.okezone.com/read/2021/08/27/298/2461854/mengenal-belimbing-darah-buah-eksotis-asli-kalimantan-yang-kaya-manfaat?page=2
https://www.facebook.com/hutanairlingkungan/posts/belimbing-hutan-si-buah-darah-dari-jantung-kalimantandi-tengah-rimba-kalimantan-/1380500037419003/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....