Mengenal Tahu Sumedang

  • 31 Agt 2025 14:28 WIB
  •  Sintang

KBRN, Sintang : Tahu Sumedang adalah makanan khas dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tahu ini dikenal luas di Indonesia karena teksturnya yang renyah di luar, namun lembut di dalam. Jika dibeli dalam jumlah besar, tahu ini biasanya dikemas menggunakan bongsang anyaman bambu tradisional yang dapat menampung antara 25 hingga 100 buah tahu goreng.

Mengutip buku Ragam Kudapan Jawa oleh Murdijati-Gardjito, dkk. (2023:276), tahu Sumedang memiliki sejarah panjang yang bermula pada awal abad ke-20. Sekitar tahun 1917, seorang imigran Tionghoa bernama Ong Kino datang ke Sumedang. Awalnya, Ong Kino berjualan keripik tapioka dari singkong. Namun, karena memiliki keterampilan membuat tahu, ia mulai memproduksi tahu secara tradisional.

Proses pembuatan tahu pada masa itu masih sangat sederhana. Ong Kino menggiling kacang kedelai menggunakan alat tradisional berupa penggiling batu. Produksi tahu ini dilakukan di kawasan Jalan Tegal Kalong, yang kini dikenal sebagai Jalan 11 April, Sumedang.

Setelah Ong Kino kembali ke Tiongkok, usaha tahu ini diteruskan oleh putranya, Ong Boen Keng. Di tangan Boen Keng, produksi tahu Sumedang mengalami perkembangan pesat dan menjadi makanan khas yang melegenda.

Pada periode tahun 1970 hingga 1980, usaha tahu keluarga Ong Boen Keng mampu memproduksi sekitar 2.000 hingga 3.000 potong tahu per hari. Puncak kejayaan diraih pada tahun 1992, saat produksi tahu mencapai angka 7.000 potong per hari. Meskipun kini banyak produsen tahu Sumedang bermunculan, tahu buatan keluarga Ong Boen Keng tetap dikenang sebagai pelopor sekaligus ikon asli kota Sumedang. Menariknya, mereka tidak membuka cabang di daerah lain dan tetap mempertahankan pusat produksi di kota Sumedang.

Tahu Sumedang bukan hanya enak, tapi juga murah dan bergizi. Terbuat dari kacang kedelai, tahu mengandung protein nabati yang sangat baik untuk pertumbuhan, terutama bagi anak-anak. Selain digoreng, tahu bisa diolah dalam berbagai cara seperti dibacem atau dipepes, namun versi gorengnya tetap menjadi yang paling populer.

Sumber:

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tahu-sumedang/

https://id.wikipedia.org/wiki/Tahu_sumedang#:~:text=Melalui%20generasi%20Ong%20Boen%20Keng,kemudian%20sampai%20ke%20seluruh%20Indonesia.

https://kumparan.com/sejarah-dan-sosial/asal-usul-tahu-sumedang-yang-terkenal-23pQH3x3uvR/full

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....