KBRN, Sintang : Dendeng merupakan makanan tradisional Indonesia berupa daging yang diiris sangat tipis kemudian dikeringkan melalui penjemuran atau pengasapan, sekaligus dibumbui rempah-rempah khas Nusantara. Metode pengawetan ini memungkinkan daging tahan lama tanpa perlu kulkas, sekaligus memberikan cita rasa unik yang gurih dan sedikit manis.
Secara historis, teknik pembuatan dendeng sudah dikenal sejak zaman kerajaan di Indonesia. Misalnya, dalam Prasasti Taji (abad ke-9 sampai ke-10 Masehi) tercatat pengolahan daging kering sebagai sumber pangan praktis untuk perjalanan jauh atau pasukan kerajaan.
Setiap daerah punya variasinya:
1. Dendeng Balado dan Batokok dari Sumatera Barat. Balado terkenal pedas-gurih, sedangkan batokok dagingnya dipukul hingga pipih sebelum dimasak.
2. Di Jawa, dendeng manis dibumbui kecap manis dan gula merah.
3. Ada juga dendeng ragi (dengan rasa fermentasi) dan dendeng kering Sulawesi dengan rasa sederhana.
Proses pembuatan dendeng meliputi pemilihan daging berkualitas, perendaman dalam campuran bumbu (garam, ketumbar, bawang putih, gula merah/aren, lengkuas), pengeringan di bawah matahari atau oven, dan penggorengan sebentar agar tekstur jadi renyah.
Dendeng bukan sekadar makanan, tapi warisan budaya kuliner yang kaya akan sejarah dan kekayaan daerah. Ia memiliki nilai sosial sering hadir dalam acara adat atau selamatan serta kepraktisan dan keberlanjutan pangan sebelum era teknologi modern.
Sumber :
https://www.merdeka.com/trending/resep-dendeng-lezat-panduan-lengkap-membuat-hidangan-tradisional-indonesia-317087-mvk.html?utm_source
https://destinasipopuler.com/keunikan-dendeng-makanan-khas-nusantara-yang-tak-lekang-oleh-waktu/?utm_source
https://majalahwm.com/dendeng-hidangan-khas-nusantara/?utm_source
https://ameera.republika.co.id/berita/nqfvvv/dendeng-dan-ragamnya-di-tanah-air?utm_source
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....