Mengapa Kita Menangis Ketika Kepedasan?
- 26 Agt 2025 15:08 WIB
- Sintang
KBRN,Sintang : Menangis saat makan makanan pedas bukanlah tanda kelemahan, melainkan reaksi alami tubuh. Sensasi pedas yang kita rasakan sebenarnya bukanlah sebuah rasa, melainkan respons tubuh terhadap zat kimia bernama capsaicin, yang terkandung dalam cabai.
Capsaicin menempel pada reseptor saraf di mulut, khususnya TRPV1 (Transient Receptor Potential Vanilloid 1). Reseptor ini biasanya merespons panas, sehingga otak mengira mulut kita sedang terbakar. Inilah yang membuat makanan pedas terasa panas dan menimbulkan sensasi terbakar.
Saat otak menerima sinyal “terbakar”, sistem saraf merespons dengan mengaktifkan mekanisme pertahanan tubuh. Kelenjar air mata kemudian memproduksi lebih banyak cairan untuk melindungi mata dari iritasi, meskipun sumber iritasi sebenarnya berasal dari mulut, bukan mata. Proses ini disebut refleks lakrimasi.
Selain menangis, banyak orang juga mengalami hidung meler saat makan pedas. Hal ini disebabkan oleh stimulasi saraf trigeminal, yang tidak hanya mengatur mulut, tetapi juga hidung. Akibatnya, produksi lendir meningkat sebagai cara tubuh untuk “mendinginkan” dan melindungi jaringan.
Meski membuat menangis dan kepanasan, banyak orang tetap menyukai makanan pedas. Hal ini karena tubuh melepaskan endorfin setelah terpapar capsaicin. Endorfin dikenal sebagai “hormon bahagia” yang memberi sensasi lega, sehingga banyak orang justru merasa ketagihan makan pedas.
Dengan demikian, menangis saat kepedasan adalah hal yang sangat normal. Itu adalah tanda bahwa tubuh kita sedang berusaha melindungi diri dari rangsangan yang dianggap berbahaya, meskipun sebenarnya cabai tidak benar-benar membakar mulut kita.
Referensi :
https://www.kompas.com/sains/read/2021/08/21/120300223/kenapa-makan-pedas-bisa-bikin-menangis-ini-penjelasannya
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6664602/mengapa-cabai-bisa-bikin-pedas-dan-membuat-orang-kepedasan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....