Cara Menghindari Modus Penipuan
- 25 Sep 2024 13:33 WIB
- Sintang
KBRN,Sintang : Seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat mobile dan penggunaan internet, maka kejahatan didunia onlinepun mulai meningkat dan bisa terjadi dimanapun dan kepada siapapun. Untuk itu, anda perlu berhati-hati saat menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal,karena bisa jadi itu salah satu modus penipuan. Dikutip dari laman resminya,kementerian komunikasi dan informatika (kominfo) mengungkapkan selama Agustus hingga pertengahan November 2023 terjadi 958 kasus penyalahgunaan telepon dan SMS sebagai bentuk penipuan online.
Berikut ini jenis-jenis penipuan yang harus diwaspadai :
Penipuan Transfer Uang
Biasanya korban diminta untuk transfer uang muka untuk layanan keuangan yang sebenarnya sama sekali tidak pernah digunakan si korban. Pelaku akan mengancam korban dengan cara apapun. Bahkan,pelaku akan mengintimidasi korban supaya cepat mengirim uangnya.
Penipuan OTP (One Time Password)
Penipuan OTP adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang memanfaatkan kelemahan dalam sistem keamanan OTP. Pelaku penipuan biasanya mencoba mendapatkan kode OTP korban melalui berbagai cara termasuk phishing. Phising adalah praktik penipuan online dimana penyerang menyamar sebagai entitas tepercaya untuk mencuri informasi pribadi penguna. Meraka menggunakan metode manipulasi dan rekayasa sosial untuk mengelabui korban agar mengungkapkan data pribadi mereka, yang nantinya digunakan untuk melakukan penipuan,pencurian identitas dan kegiatan kriminalitas lainnya. Biasanya pelaku akan mengaku dari pihak Bank atau aplikasi pinjaman online. Korban diminta untuk memberikan OTP dan mengikuti intruksi pelaku. Menurut kemkominfo pada prinsipnya jika pelaku penipuan berhasil mendapatkan kode OTP,maka keamanan perbankan atau aplikasi yang dimiliki seseorang tidak lagi terjamin keamanannya. Sebab,pelaku bisa menggunakan informasi itu untuk melakukan berbagai tindakan kriminal. Jadi,agar tetap aman jangan pernah memberikan PIN atau kode OTP kepada siapapun,bahkan termasuk kepada orang yang mengaku pihak Bank.
Penipuan sosial engineering atau pakai data pribadi
Modus sosial engineering ini termasuk cara yang paling sering dilakukan pelaku penipuan untuk mengelabui calon korbannya. Para pelaku akan mengaku costumer service/support staff dari pihak bank,kartu kredit,asuransi dan instansi bidang keuangan lainnya. Modus berawal dari sebuah telepon yang diterima oleh calon korban yang tidak menyadari bahwa pelaku penipuan sedang berusaha untuk mengorek data pribadinya.
Cara mengatasinya:
Jika ada nomor yang tidak dikenal menghubungi anda,jangan di respon. Lansung saja dihapus dan bahkan di blokir jika nomor tersebut dianggap tidak jelas.
Jangan sembarangan sebar data pribadi di internet atau gunakan mode privacy dimedia sosial atau internet.
Untuk menghindari modus penipuan, anda harus waspada terhadap apapun. Terlebih jika orang tersebut baru dikenal, jangan langsung mempercayainya dan harus kroscek terlebih dahulu.
Perhatikan cara penyimpanan data mulai dari username,password mobile banking, hingga data nomor rekening.
Gunakan password kombinasi angka,huruf dan tanda baca. Jika kehilang hanphone dan sim card,segera hubungi layanan contact center operator telepon dan Bank. Jangan memberikan data apapun kepada orang/oknum yang mengaku dari pihak Bank atau operator. Jika anda mengalami modus penipuan jangan lupa segera laporkan kepihak berwajib.
Sumber :
https://mediaindonesia.com/humaniora/677946/waspada-modus-penipuan-online-ini-jenis-jenisnya
https://indonesiabaik.id/infografis/modus-kejahatan-pencurian-data-pribadi-dan-cara-menghindarinya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....