Makan Mie Berlebihan, Ini Akibatnya Bagi Kesehatan
- 01 Feb 2024 14:13 WIB
- Sintang
KBRN,
Sintang: Makan mie berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan.
Berikut adalah beberapa bahaya yang mungkin timbul akibat mengonsumsi mie
berlebihan, beserta beberapa referensi yang mendukung informasi tersebut:
1. Obesitas
dan Masalah Kesehatan Terkait:
Konsumsi mie yang tinggi dalam diet dapat meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan terkait, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
2. Kandungan
Garam Tinggi:
Mie instan seringkali mengandung kadar garam yang tinggi, yang dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular.
3. Penggunaan
Bahan Pengawet dan Pemanis Tambahan:
Beberapa jenis mie instan mengandung bahan pengawet dan pemanis tambahan yang dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan jangka panjang.
4. Kurangnya
Nutrisi Esensial:
Mie instan cenderung rendah akan nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, dan serat, yang penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
5. Gangguan
Metabolisme Karbohidrat:
Mie instan yang tinggi karbohidrat sederhana dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, berkontribusi pada risiko gangguan metabolisme karbohidrat.
Penting
untuk diingat bahwa konsumsi mie dalam jumlah wajar dan seimbang dengan nutrisi
lainnya dapat menjadi bagian dari diet yang sehat. Namun, berlebihan dalam
mengonsumsi mie instan atau jenis mie lainnya yang kurang nutrisi dapat
memiliki dampak negatif pada kesehatan. (DS).
Referensi:
Malik, V. S., Schulze, M. B., & Hu, F. B. (2006). Intake of sugar-sweetened beverages and weight gain: a systematic review. The American Journal of Clinical Nutrition, 84(2), 274–288.
He, F. J., & MacGregor, G. A. (2009). A comprehensive review on salt and health and current experience of worldwide salt reduction programmes. Journal of Human Hypertension, 23(6), 363–384.
Suez, J., Korem, T., Zeevi, D., Zilberman-Schapira, G., Thaiss, C. A., Maza, O., ... & Segal, E. (2014). Artificial sweeteners induce glucose intolerance by altering the gut microbiota. Nature, 514(7521), 181–186
Drewnowski, A., & Almiron-Roig, E. (2010). Human perceptions and preferences for fat-rich foods. In Montmayeur J.P., le Coutre J. (Eds.), Fat Detection: Taste, Texture, and Post Ingestive Effects (pp. 265–290). CRC Press/Taylor & Francis.
Jenkins, D. J. A., Wolever, T. M. S., Taylor, R. H., Griffiths, C., Krzeminska, K., Lawrie, J. A., ... & Collier, G. R. (1981). Slow release dietary carbohydrate improves second meal tolerance. The American Journal of Clinical Nutrition, 34(10), 1849–1853.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....