Jangan Asal Beri Antivirus saat Anak Didiagnosis Influenza A

  • 06 Okt 2026 09:05 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Orang tua perlu bijak saat menangani anak yang terdiagnosis infeksi virus influenza A dengan gejala demam tinggi dan tubuh lemas. Penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir tidak selalu wajib diberikan kepada seluruh pasien anak. Menurut dr. Robby Firmansyah melalui laman Alodokter, keputusan pemberian antivirus ini dipengaruhi oleh usia pasien, tingkat keparahan gejala, durasi sakit, serta ada tidaknya faktor risiko komplikasi. Terapi antivirus ini terbukti paling efektif jika diberikan pada golden period atau 48 jam pertama sejak timbulnya gejala awal.

Bila diberikan pada waktu yang tepat, oseltamivir dapat membantu memperpendek durasi sakit dan menurunkan risiko komplikasi, terutama pada anak yang berisiko lebih tinggi. Namun, obat oseltamivir dianjurkan untuk diberikan apabila anak mengalami gejala berat atau berada dalam kondisi tertentu:

  • Anak berusia sangat muda, terutama di bawah 5 tahun atau di bawah 2 tahun.
  • Memiliki riwayat asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung, ginjal, hati, diabetes, atau gangguan saraf.
  • Mengalami penurunan daya tahan tubuh, obesitas berat, atau menunjukkan gejala memburuk yang memerlukan perawatan rumah sakit.

Pemberian oseltamivir wajib menggunakan resep dokter karena dosisnya harus disesuaikan dengan berat badan pasien. Efek samping yang paling sering muncul dari obat antivirus ini adalah mual, muntah, serta nyeri perut ringan. Efek samping tersebut umumnya dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat segera setelah makan. Jika anak mengalami muntah berulang, tampak sangat mengantuk, bingung, atau timbul keluhan tidak biasa setelah meminum obat, orang tua diimbau untuk segera menghubungi dokter.

Selama proses pemulihan di rumah, pemantauan ketat terhadap suhu tubuh dan pola napas anak harus terus dilakukan. Orang tua harus segera membawa anak ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat jika muncul tanda-tanda bahaya berikut:

  • Sesak napas, napas cepat, atau timbul tarikan pada dinding dada.
  • Bibir tampak kebiruan, anak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tampak bingung.
  • Tidak mau minum, muntah terus-menerus, atau buang air kecil (BAK) sangat sedikit.
  • Demam tinggi tidak kunjung turun atau berlangsung lebih dari 3 hari, kejang, serta kondisi yang sempat membaik namun kembali memburuk.

Penanganan medis yang cepat dan tepat, khususnya dalam 48 jam pertama, sangat bermanfaat untuk memperpendek durasi sakit serta menekan risiko komplikasi berbahaya pada anak. Orang tua disarankan untuk berdiskusi langsung dengan dokter yang merawat guna memastikan dosis, manfaat, dan keamanan penggunaan oseltamivir bagi buah hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....