Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan Tubuh, Ini Faktanya
- 31 Agt 2026 15:16 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Cokelat adalah produk pangan yang terbuat dari biji kakao yang dipanggang dan dihaluskan, yang dapat berbentuk cair, padat, atau pasta, baik dikonsumsi sendiri maupun digunakan sebagai pemberi rasa pada makanan lain. Biji kakao adalah biji dari pohon kakao (Theobroma cacao) yang telah diproses. Biji tersebut biasanya melalui proses fermentasi untuk mengembangkan rasanya, kemudian dikeringkan, dibersihkan, dan dipanggang. Kulit bijinya dipisahkan untuk mendapatkan inti biji (nibs), yang kemudian digiling menjadi massa cokelat (bentuk kasar dari cokelat murni). Massa cokelat ini dapat diproses lebih lanjut untuk memisahkan dua komponen utamanya, yaitu padatan kakao dan lemak kakao, atau dicetak dan dijual sebagai cokelat masak tanpa pemanis. Dengan menambahkan gula, dihasilkan cokelat manis yang dapat dijual sebagai cokelat hitam, atau dengan tambahan susu, dapat diolah menjadi cokelat susu. Pembuatan cokelat dengan lemak kakao tanpa padatan kakao menghasilkan cokelat putih.
Cokelat, dalam bentuk makanan atau minuman yang sangat digemari ini berasal dari biji buah kakao yang tumbuh di pohon kakao. Kakao Theobroma berasal dari hutan hujan tropis di Amerika Tengah, tempat kakao tumbuh selama ribuan tahun. Sebagian besar cokelat masuk ke dalam salah satu dari tiga kategori: cokelat hitam, cokelat susu, atau cokelat putih. Tingkat kegelapan cokelat ditentukan oleh proporsi padatan kakao yang terbuat dari biji kakao, dicampur dengan mentega kakao dan gula.
Satu fakta mengenai cokelat adalah semakin murni dan gelap cokelatnya, maka semakin besar manfaatnya bagi kesehatan. Cokelat mentah atau cokelat hitam yang diproses secara minimal dengan kandungan padatan kakao yang tinggi akan lebih sehat daripada cokelat susu dan cokelat putih. Cokelat hitam memiliki kandungan hingga 80% kakao dengan rasa yang lebih pahit. Cokelat susu memiliki kandungan 20%-25% kakao, lemak kakao, gula, susu bubuk, dengan rasa yang manis dan sedikit pahit. Cokelat putih memiliki kandungan lemak kakao, susu, dan gula, tanpa padatan kakao, dengan rasa yang lebih manis.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari cokelat, kita perlu mengonsumsi lebih banyak padatan kakao yang ditemukan dalam cokelat hitam. Padatan kakao mengandung mineral dan antioksidan. Kakao pada cokelat memiliki kandungan berbagai mineral di antaranya kalium, magnesium, seng, zat besi, fosfor, dan tembaga. Biji kakao merupakan salah satu sumber polifenol makanan yang paling terkenal, mengandung lebih banyak antioksidan fenolik. Tiga kelompok polifenol dalam biji kakao: katekin (37%), antosianidin (4%), dan proantosianidin (58%); flavonoid ini merupakan fitonutrien yang paling banyak terdapat pada biji kakao. Kandungan nutrisi ini yang membuat cokelat dapat bermanfaat dalam membantu kesehatan jantung, melindungi sel tubuh dari peradangan, meningkatkan fungsi otak, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memberikan energi tubuh.
Beragam Manfaat Cokelat untuk Kesehatan
Ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda peroleh jika mengonsumsi cokelat dengan porsi yang cukup, antara lain:
1. Meningkatkan energi
Meski tidak sebanyak kopi, cokelat nyatanya memiliki kandungan kafein yang dapat membantu meningkatkan energi. Oleh sebab itu, konsumsi cokelat secukupnya dapat membantu Anda lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
| Baca juga: Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Tubuh |
2. Memperbaiki mood
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dapat merangsang otak untuk memproduksi lebih banyak hormon endorfin dan serotonin yang dapat membuat Anda merasa bahagia. Tak hanya itu, cokelat juga dapat menurunkan hormon kortisol yang dihasilkan tubuh ketika stres.
Berkat kedua fungsi di atas, cokelat diketahui dapat memperbaiki mood sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai mood boster.
3. Mengendalikan nafsu makan
Penelitian lainnya menyebutkan bahwa makan cokelat, terutama cokelat hitam, sebelum atau sesudah makan bisa memberikan efek kenyang lebih lama. Efek ini akan mencegah Anda untuk mengonsumsi makanan lain. Dengan begitu, berat badan pun akan tetap terjaga.
Namun, perlu diingat, mengonsumsi cokelat secara berlebihan, terlebih cokelat yang diberi tambahan gula dan susu, justru dapat memicu bertambahnya berat badan.
4. Meningkatkan imunitas tubuh
Manfaat cokelat yang satu ini berasal dari kandungan flavonoid di dalamnya. flavonoid sendiri diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan begitu, tubuh menjadi tidak mudah terserang bakteri atau virus penyebab penyakit.
| Baca juga: Fungsi Hormon Endorfin dan Cara Memicunya |
5. Mengontrol kadar gula darah
Manfaat kandungan flavonoid dalam cokelat yang tidak kalah penting adalah mengontrol kadar gula darah sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi insulin dan diabetes.
6. Memelihara fungsi dan kesehatan otak
Konsumsi beberapa jenis cokelat, salah satunya coklat hitam, dengan tidak berlebihan diduga membantu menjaga kesehatan dan fungsi otak. Hal ini karena kandungan flavonoid di dalamnya mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Tak hanya itu, kandungan katekin dalam cokelat juga bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi otak sehingga membantu mengurangi risiko terjadinya demensia atau pikun.
7. Menurunkan kadar kolesterol
Manfaat cokelat selanjutnya adalah menurunkan kadar kolestrol di dalam tubuh. Hal ini karena flavonoid yang terkandung di dalamnya dapat mengurangi penyerapan kolesterol sehingga berpengaruh pada kadar kolesterol total di dalam tubuh. Tak hanya itu, flavonoid juga dapat membantu pengeluaran kolesterol melalui feses. Manfaat cokelat ini juga bisa diperoleh dengan mengonsumsi minyak cocoa atau cocoa butter.
8. Mencegah penyakit jantung
Meski tidak secara langsung mengobati atau mencegah penyakit jantung, kandungan flavonoid dalam cokelat diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Kondisi ini tentunya baik untuk kesehatan jantung dan bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.
9. Mencegah stroke
Tak hanya mencegah penyakit jantung, kandungan flavonoid dalam cokelat juga dapat melancarkan aliran darah dan mengurangi risiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah.
Efek ini menjadikan cokelat sebagai salah satu makanan yang baik untuk dikonsumsi guna mencegah terjadinya stroke. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas cokelat dalam mencegah penyakit stroke.
10. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Antioksidan yang terkandung dalam cokelat diyakini dapat mencegah kerusakan sel yang menjadi salah satu penyebab kanker. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko terkena kanker.
Meski begitu, studi mengenai efek antikanker pada cokelat ini masih sangat terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai peran cokelat dalam mencegah petumbuhan sel kanker.
Sumber Refrensi Utama : https://www.alodokter.com/
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....