Gigi Hilang Jangan Diabaikan, Kenali Pentingnya Gigi Tiruan
- 23 Agt 2026 14:31 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Gigi merupakan bagian penting dari tubuh yang memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu mengunyah makanan, gigi berperan dalam proses berbicara, menjaga bentuk wajah, serta mendukung kesehatan rongga mulut. Namun, kehilangan satu atau beberapa gigi merupakan kondisi yang dapat dialami siapa saja, baik akibat gigi berlubang parah, penyakit gusi, kecelakaan, maupun faktor lainnya.
Ketua PDGI Kapuas Raya drg. Katarina Ristu Jati mengatakan sebagian masyarakat mungkin menganggap kehilangan satu gigi sebagai persoalan sepele, terutama jika gigi tersebut tidak berada di bagian yang terlihat. Padahal, membiarkan ruang kosong akibat gigi yang tanggal dalam waktu lama dapat menimbulkan berbagai masalah. Karena itu, kondisi gigi yang hilang sebaiknya tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan dan penanganan dari dokter gigi.
“Membiarkan ruang kosong bekas gigi tanggal bukan sekadar masalah estetika. Kondisi ini dapat mengganggu struktur rahang serta fungsi pengunyahan. Gigi yang hilang perlu dipertimbangkan untuk segera diganti sesuai kondisi pasien. Jika dibiarkan kosong, gigi di sekitarnya dapat bergeser dan memengaruhi susunan gigi lainnya,” ujar drg. Katarina Ristu Jati dalam Program Indonesia Sehat RRI Sintang, Jumat (21/8/2026).
Kehilangan gigi dapat menyebabkan gigi di sebelahnya bergeser atau miring untuk mengisi ruang yang kosong. Sementara itu, gigi pada rahang yang berlawanan dapat mengalami perubahan posisi karena kehilangan kontak dengan gigi pasangannya. Pergeseran tersebut pada akhirnya dapat mengganggu susunan gigi dan membuat proses membersihkan rongga mulut menjadi lebih sulit.
Dari sisi fungsi, gigi yang hilang juga dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mengunyah makanan. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik dapat membuat proses pencernaan bekerja lebih berat. Selain itu, kehilangan gigi, khususnya gigi depan, dapat memengaruhi kejelasan pengucapan sejumlah kata. Pada kasus tertentu, perubahan pola kunyah juga dapat memberikan beban yang tidak seimbang pada otot dan sendi rahang.
Dampak lainnya dapat terjadi pada tulang di sekitar area gigi yang hilang. Setelah gigi dan akarnya tidak lagi berada di dalam tulang, rangsangan yang sebelumnya diterima tulang alveolar berkurang sehingga tulang dapat mengalami penyusutan secara perlahan. Jika kehilangan gigi terjadi dalam jumlah banyak dan tidak ditangani, perubahan tersebut dapat mengurangi dukungan terhadap jaringan wajah sehingga bentuk pipi dan bibir ikut berubah.
“Gigi tiruan bukan hanya untuk memperbaiki penampilan. Penggantian gigi yang hilang bertujuan membantu mengembalikan fungsi pengunyahan, menjaga keseimbangan susunan gigi, serta meningkatkan kenyamanan pasien dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jenis gigi tiruan yang digunakan tentu harus disesuaikan dengan kondisi rongga mulut dan kebutuhan masing-masing pasien,” jelas drg. Katarina.
Bagi masyarakat yang kehilangan gigi, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan pilihan penggantian yang sesuai. Gigi tiruan dapat berupa gigi tiruan lepasan maupun pilihan pengganti gigi yang lebih permanen, tergantung jumlah gigi yang hilang, kondisi gusi dan tulang rahang, kesehatan gigi yang tersisa, serta pertimbangan medis lainnya. Tidak semua kasus kehilangan gigi memiliki penanganan yang sama.
Untuk pengguna gigi tiruan lepasan, kebersihan menjadi hal yang sangat penting. Gigi tiruan sebaiknya dilepas sebelum tidur agar jaringan gusi dapat beristirahat, kemudian dibersihkan secara rutin dengan sikat berbulu lembut dan bahan pembersih yang sesuai. Gigi tiruan juga tidak dianjurkan direndam dalam air panas atau dibersihkan menggunakan bahan yang bersifat abrasif karena dapat merusak material protesa. Pada saat yang sama, gigi asli yang masih tersisa, gusi, dan lidah tetap harus dibersihkan secara teratur.
“Jangan menunggu sampai muncul gangguan baru memeriksakan diri. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi penting dilakukan untuk mengetahui kondisi gigi dan jaringan mulut serta menentukan apakah gigi yang hilang perlu diganti dan jenis penggantian yang paling tepat,” pesan drg Katarina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....