Mengenal Sejarah Kacamata dari Masa ke Masa

  • 27 Jul 2026 19:04 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Kacamata kini menjadi salah satu alat bantu penglihatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan banyak orang. Selain digunakan untuk membantu penderita rabun jauh, rabun dekat, silinder, maupun mata tua, kacamata juga berkembang sebagai pelindung mata dan bagian dari gaya hidup. Namun, keberadaannya ternyata telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa cikal bakal kacamata telah digunakan sekitar 2.000 tahun silam oleh suku Inuit yang mendiami wilayah Alaska dan Kanada Utara. Berbeda dengan kacamata modern, alat tersebut dibuat dari kayu, tulang, taring walrus, atau tanduk rusa kutub yang diberi celah sempit di bagian tengah.

Kacamata sederhana itu berfungsi mengurangi silau akibat pantulan cahaya matahari di atas hamparan salju. Dengan membatasi cahaya yang masuk ke mata, pengguna tetap dapat melihat lingkungan sekitar tanpa terganggu oleh pantulan sinar yang menyilaukan.

Sejarah lain mencatat bahwa pada abad pertama Masehi, Kaisar Romawi Nero menggunakan batu zamrud yang telah dipoles saat menyaksikan pertandingan gladiator. Batu tersebut dipercaya membantu memperjelas penglihatan sekaligus mengurangi silau matahari.

Perkembangan berikutnya terjadi di Tiongkok pada abad ke-12. Saat itu, masyarakat membuat alat menyerupai kacamata dari lembaran kuarsa bening. Selain melindungi mata dari cahaya, alat tersebut juga digunakan para hakim untuk menyamarkan ekspresi wajah ketika memimpin persidangan.

Banyak sejarawan kemudian meyakini bahwa kacamata dengan lensa mulai berkembang di Italia sekitar tahun 1284. Alat bantu penglihatan tersebut awalnya dirancang bagi penderita rabun dekat dan mata tua dengan lensa berbahan kaca atau kristal.

Seiring berkembangnya ilmu optik, berbagai jenis lensa mulai dibuat untuk mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, hingga gangguan astigmatisme. Pada abad ke-18, desain kacamata semakin praktis setelah ditambahkan engsel dan gagang yang dapat disangkutkan di telinga.

Memasuki abad ke-20, penggunaan bahan plastik dan logam ringan membuat kacamata lebih nyaman dikenakan. Selain berfungsi sebagai alat bantu penglihatan, desainnya yang semakin beragam menjadikan kacamata sebagai bagian dari tren fesyen.

Di sisi lain, kacamata hitam juga mengalami perkembangan pesat. Pada 1936, Edwin H. Land memperkenalkan lensa polarized yang mampu mengurangi pantulan cahaya tanpa mengganggu jarak pandang. Teknologi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan militer sebelum akhirnya dipasarkan secara luas kepada masyarakat.

Hingga saat ini, kacamata terus mengalami inovasi, baik dari sisi desain maupun teknologi lensa. Kehadirannya tidak hanya membantu jutaan orang memperoleh penglihatan yang lebih baik, tetapi juga menjadi perlindungan bagi mata dari paparan sinar matahari dan berbagai aktivitas sehari-hari. (Lin)

Referensi:

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7426202/sejarah-penemuan-kacamata-sudah-ada-sejak-2-000-tahun-lalu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....