Air Hujan Lebih Asam atau Basa? Ini Penjelasannya

  • 24 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Air hujan sering dianggap sebagai sumber air alami yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Namun, muncul pertanyaan mengenai tingkat keasaman air hujan, apakah lebih asam atau lebih basa.

Secara umum, air hujan cenderung bersifat sedikit asam. Air hujan memiliki pH sekitar 5,0 hingga 5,5, terutama di wilayah yang memiliki tingkat polusi udara tinggi.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:

1. Air hujan cenderung asam

Air hujan secara alami memiliki tingkat keasaman ringan. Kondisi ini terjadi karena air hujan menyerap karbon dioksida dari udara dan membentuk asam karbonat.

2. Polusi dapat meningkatkan keasaman

Di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi, air hujan dapat menjadi lebih asam karena bercampur dengan berbagai zat pencemar di atmosfer.

3. Tidak otomatis aman untuk diminum

Air hujan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kontaminasi. Air hujan dapat mengandung bakteri, virus, parasit, kotoran, maupun logam berat.

4. Perlu diolah sebelum diminum

Jika ingin digunakan sebagai air minum, air hujan sebaiknya melalui proses penyaringan, disinfeksi, dan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan keamanannya.

5. Tidak membuat tubuh menjadi lebih basa

Ada anggapan bahwa air hujan dapat membuat tubuh lebih basa. Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat. Tubuh manusia memiliki mekanisme sendiri untuk menjaga pH darah tetap stabil.

Jadi, kesimpulannya, air hujan lebih cenderung bersifat asam, bukan basa. Air hujan yang bersih dapat menjadi sumber hidrasi setelah diolah dengan benar, tetapi tidak memiliki manfaat kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan air bersih lainnya. (Lin)

Referensi:

https://www.kompas.com/food/read/2024/12/26/065635675/apakah-aman-minum-air-hujan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....