Musim Piala Dunia, Tetap Jaga Pola Tidur

  • 30 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID. Perhelatan Piala Dunia selalu menjadi momen yang dinantikan jutaan pencinta sepak bola. Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung sering kali membuat waktu istirahat berubah, terutama ketika jadwal pertandingan berlangsung pada malam hingga dini hari sesuai perbedaan zona waktu.

Bagi sebagian orang, menyaksikan pertandingan favorit merupakan pengalaman yang tidak ingin dilewatkan. Namun, kebiasaan begadang selama beberapa hari berturut-turut dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga pola tidur agar kondisi tubuh tetap prima selama menikmati kemeriahan Piala Dunia.

Tidur merupakan kebutuhan biologis yang berperan penting dalam proses pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan yang rusak, mengatur keseimbangan hormon, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membantu otak memproses informasi yang diterima sepanjang hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, sedangkan anak-anak dan remaja memerlukan waktu istirahat yang lebih panjang.

Kurang tidur dalam waktu singkat memang dapat membuat seseorang tetap mampu beraktivitas. Namun jika berlangsung terus-menerus, dampaknya mulai terasa. Konsentrasi menurun, tubuh lebih mudah lelah, emosi menjadi tidak stabil, dan kemampuan mengambil keputusan ikut terganggu. Pada pekerja maupun pelajar, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kesalahan saat bekerja atau belajar.

Dalam jangka panjang, pola tidur yang buruk juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan mental. Sistem kekebalan tubuh pun menjadi lebih lemah sehingga tubuh lebih rentan terserang infeksi.

Dokter umum dr. Andi Pratama mengatakan menonton pertandingan sepak bola hingga larut malam sebenarnya tidak menjadi masalah apabila dilakukan sesekali. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana seseorang mengatur waktu istirahat agar kebutuhan tidur tetap terpenuhi.

"Pecinta sepak bola tetap bisa menikmati pertandingan Piala Dunia. Namun jangan sampai kebiasaan begadang dilakukan setiap hari tanpa memberikan kesempatan tubuh untuk beristirahat. Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan maupun produktivitas," ujarnya.

Selain menjaga waktu tidur, pola makan juga perlu diperhatikan selama menonton pertandingan. Mengonsumsi kopi, minuman berenergi, atau makanan tinggi gula secara berlebihan pada malam hari dapat membuat tubuh lebih sulit beristirahat setelah pertandingan selesai. Sebaiknya pilih camilan yang lebih sehat, perbanyak minum air putih, dan hindari makan dalam porsi besar menjelang tidur.

Bagi masyarakat yang harus bekerja keesokan harinya, memilih pertandingan yang benar-benar ingin disaksikan menjadi langkah yang lebih bijak. Tidak semua pertandingan harus ditonton secara langsung. Saat ini, pertandingan dapat disaksikan kembali melalui tayangan ulang atau cuplikan sehingga penggemar tetap dapat mengikuti perkembangan turnamen tanpa mengorbankan kesehatan.

Jika harus begadang, usahakan untuk tidur lebih awal pada hari sebelumnya atau mengganti waktu tidur yang hilang dengan istirahat singkat pada siang hari. Tidur siang selama 20 hingga 30 menit dapat membantu mengurangi rasa kantuk tanpa mengganggu waktu tidur pada malam berikutnya.

Penting pula untuk menciptakan lingkungan tidur yang nyaman setelah pertandingan selesai. Matikan televisi dan perangkat elektronik, redupkan pencahayaan ruangan, serta hindari penggunaan telepon genggam dalam waktu lama karena paparan cahaya biru dari layar dapat menghambat produksi hormon melatonin yang membantu seseorang merasa mengantuk.

Semangat mendukung tim favorit memang menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia. Namun, menjaga kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Dengan pola tidur yang teratur, tubuh akan tetap bugar, konsentrasi terjaga, dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal tanpa harus mengurangi keseruan menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....