Kondisi Medis yang Berkaitan dengan Konsumsi Gluten

  • 26 Jun 2026 20:44 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Bagi sebagian besar orang, gluten adalah protein yang aman dikonsumsi setiap hari. Namun, ada sejumlah kondisi medis yang membuat tubuh bereaksi negatif terhadap protein ini, mulai dari yang ringan hingga yang serius dan memerlukan penanganan jangka panjang.

Mengutip dari Hopkins Medicine, terdapat empat kondisi utama yang dikaitkan dengan konsumsi gluten, yaitu penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, alergi gandum, dan ataksia gluten.

  1. Penyakit Celiac

    Penyakit celiac adalah kondisi autoimun paling serius yang berkaitan dengan gluten. Ketika penderitanya mengonsumsi gluten, sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan usus halus dan merusak vili, yaitu tonjolan kecil yang berfungsi menyerap nutrisi. Kerusakan ini dapat berujung pada malnutrisi dan berbagai komplikasi jangka panjang jika tidak ditangani.

  2. Sensitivitas Gluten

    Non-Celiac Kondisi ini terjadi pada orang yang tidak menderita penyakit celiac, namun tetap mengalami gejala seperti kembung, diare, nyeri sendi, atau kabut otak setelah mengonsumsi gluten. Menurut Halodoc, berbeda dengan celiac, kondisi ini tidak menyebabkan kerusakan permanen pada usus halus.

  3. Alergi Gandum

    Alergi gandum merupakan reaksi alergi klasik terhadap protein dalam gandum, tidak terbatas pada gluten saja. Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, sesak napas, hingga reaksi anafilaksis yang mengancam jiwa.

  4. Ataksia Gluten

    Ataksia gluten adalah gangguan neurologis autoimun yang langka, di mana tubuh menyerang bagian tertentu dari otak sebagai respons terhadap gluten. Kondisi ini lebih jarang ditemui dibandingkan dengan tiga kondisi lainnya.

Hopkins Medicine menyarankan siapa pun yang merasa mengalami gejala terkait gluten untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk menghentikan konsumsi gluten secara mandiri, karena perubahan pola makan tersebut dapat memengaruhi hasil pemeriksaan diagnostik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....