Penyebab Suasana Hati Memburuk saat Menstruasi
- 22 Jun 2026 07:55 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Saat menstruasi, wanita tidak hanya merasakan gejala fisik seperti nyeri atau kram perut, tetapi juga gejala emosional berupa suasana hati yang memburuk. Kondisi ini cukup umum dialami, namun penyebabnya sering kali belum banyak dipahami.
Mengutip dari Alodokter, suasana hati yang memburuk saat datang bulan sebenarnya merupakan efek dari sindrom pramenstruasi atau PMS, yang umumnya muncul sekitar satu hingga dua minggu sebelum menstruasi dan berangsur mereda di hari kedua haid. Gejala ini dapat terasa lebih berat saat menstruasi berlangsung karena disertai ketidaknyamanan fisik yang menyertainya.
| Baca juga: Beragam Mood Booster untuk Mengusir Bad Mood |
Penyebab utama dari perubahan suasana hati ini adalah naik turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh. Kadar estrogen berada pada titik tertinggi saat terjadi ovulasi atau pelepasan sel telur. Apabila tidak terjadi pembuahan pada masa tersebut, tubuh akan memasuki fase pramenstruasi, di mana kadar estrogen menurun drastis sebelum kembali meningkat menjelang siklus berikutnya.
Estrogen memiliki banyak pengaruh terhadap tubuh, termasuk pada suasana hati. Hormon ini berkaitan dengan produksi dan efek endorfin, yaitu zat di otak yang berperan dalam memunculkan rasa nyaman dan senang. Estrogen juga memengaruhi kadar serotonin yang berperan dalam mengatur nafsu makan, suasana hati, dan pola tidur. Ketika kadar estrogen turun drastis, produksi kedua zat ini pun ikut terganggu, sehingga muncul perubahan suasana hati yang terasa.
Efek dari fluktuasi hormon estrogen ini tidak sama pada setiap wanita. Sebagian wanita cenderung lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen dibandingkan dengan yang lain, sehingga kelompok ini lebih rentan mengalami suasana hati yang memburuk saat menstruasi.
Selain siklus hormonal, sejumlah faktor lain juga dapat memengaruhi naik turunnya kadar estrogen, seperti kondisi stres, kecemasan, depresi, atau sedang menjalani program diet. Faktor-faktor ini berpotensi memperberat gejala perubahan suasana hati yang dialami selama masa menstruasi.
Apabila gejala PMS dirasa sudah cukup mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak kunjung membaik meski menstruasi telah berlangsung beberapa hari, berkonsultasi dengan dokter dapat menjadi langkah yang tepat untuk penanganan lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....