Kenali Gejala Breath Holding Spell dan Cara Menanganinya

  • 22 Jun 2026 08:01 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Sebagian orang tua mungkin pernah mengalami situasi ketika anak menangis keras lalu tiba-tiba berhenti bernapas selama beberapa detik hingga wajahnya berubah warna dan tampak seperti pingsan. Kondisi ini dikenal sebagai breath holding spell atau episode menahan napas yang umumnya terjadi pada anak usia balita.

Breath holding spell merupakan kondisi yang terjadi secara refleks dan tidak dilakukan secara sengaja oleh anak. Episode ini biasanya dipicu oleh emosi yang kuat, seperti marah, kesal, takut, terkejut, atau setelah mengalami rasa sakit akibat benturan atau cedera ringan.

Melansir dari VOI, breath holding spell umumnya terjadi pada anak berusia 6 bulan hingga 6 tahun. Saat episode berlangsung, anak dapat menangis terlebih dahulu, kemudian menahan napas hingga wajahnya berubah menjadi kebiruan atau pucat. Dalam beberapa kasus, anak juga dapat kehilangan kesadaran selama beberapa saat sebelum kembali bernapas normal.

Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak maupun gangguan kesehatan jangka panjang. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan frekuensi dan pola kejadian yang dialami anak untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain yang mendasarinya.

Saat anak mengalami breath holding spell, orang tua disarankan tetap tenang dan memastikan lingkungan sekitar aman agar anak tidak mengalami cedera jika kehilangan keseimbangan atau kesadaran. Hindari mengguncang tubuh anak atau memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya karena dapat meningkatkan risiko cedera.

Apabila episode terjadi berulang, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai gejala lain seperti kejang dan gangguan perkembangan, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan mengenali tanda-tanda breath holding spell, orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat sekaligus mengurangi kepanikan saat kondisi tersebut terjadi pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....