Sama-Sama Mengutamakan Empati, Ini Perbedaan Soft Parenting dan Gentle Parenting
- 11 Jun 2026 08:35 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai istilah baru dalam dunia pengasuhan semakin dikenal masyarakat. Dua di antaranya adalah soft parenting dan gentle parenting, yang sama-sama menekankan pentingnya memahami perasaan anak.
Karena memiliki pendekatan yang hangat dan suportif, kedua pola asuh ini sering dianggap serupa. Namun, di balik kesamaannya, terdapat perbedaan mendasar dalam cara orang tua membangun hubungan dan aturan dalam keluarga.
Mengutip dari CNN Indonesia, gentle parenting berfokus pada keseimbangan antara empati dan batasan. Orang tua berusaha memahami emosi anak, tetapi tetap menetapkan aturan yang jelas agar anak belajar tentang tanggung jawab dan konsekuensi dari perilakunya.
Dalam praktiknya, orang tua tidak hanya mendengarkan perasaan anak, tetapi juga membantu mereka memahami perilaku yang dapat diterima dan yang tidak. Pendekatan ini bertujuan membangun disiplin tanpa mengandalkan hukuman yang keras.
Sementara itu, soft parenting lebih menitikberatkan pada kenyamanan emosional anak. Orang tua cenderung menghindari konfrontasi dan lebih fokus menjaga hubungan yang harmonis agar anak merasa aman dan didukung.
Meski memiliki tujuan positif, sebagian pengamat menilai pendekatan yang terlalu longgar dapat membuat anak kurang memahami batasan jika tidak disertai aturan yang konsisten.
Perbedaan inilah yang menjadi pembahasan utama dalam berbagai diskusi tentang pola asuh modern. Bukan soal mana yang lebih baik, melainkan bagaimana orang tua dapat menerapkan prinsip-prinsip pengasuhan sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga.
Para ahli menekankan bahwa anak membutuhkan kasih sayang sekaligus arahan. Empati penting untuk membantu anak merasa dipahami, sementara batasan yang jelas membantu mereka belajar mengelola perilaku dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Memahami karakteristik berbagai pola asuh dapat menjadi bekal bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan pendekatan yang tepat, hubungan dalam keluarga dapat terjalin lebih sehat sekaligus mendukung perkembangan anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....