Ngantuk Kok Bawaannya Mau Nyemil Terus? Ini Alasannya

  • 05 Jun 2026 21:45 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Banyak orang pernah mengalami situasi yang sama: saat rasa kantuk mulai datang, keinginan untuk mencari camilan justru ikut meningkat. Mulai dari biskuit, keripik, hingga permen, seolah ada dorongan untuk terus mengunyah meski tidak benar-benar merasa lapar.

Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebiasaan. Mengutip dari CNN Indonesia, keinginan mengunyah saat mengantuk berkaitan dengan cara tubuh dan otak merespons rasa lelah.

Saat kantuk menyerang, tingkat kewaspadaan otak cenderung menurun. Dalam kondisi tersebut, aktivitas mengunyah dapat memberikan rangsangan yang membantu otak tetap aktif. Karena itulah, sebagian orang merasa lebih segar atau lebih fokus setelah mengunyah makanan atau permen.

Selain memberikan stimulasi, makanan juga sering dianggap sebagai sumber energi cepat oleh tubuh. Ketika tubuh merasa lelah, muncul dorongan untuk mengonsumsi sesuatu yang dapat membantu meningkatkan energi, terutama makanan yang mengandung gula atau karbohidrat.

Tak hanya itu, kurang tidur juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kondisi ini membuat seseorang lebih mudah merasa ingin makan, meskipun kebutuhan energi sebenarnya belum tentu meningkat.

Akibatnya, rasa kantuk dan keinginan untuk ngemil sering muncul secara bersamaan. Inilah sebabnya mengapa banyak orang cenderung lebih sering membuka laci camilan atau membeli makanan ringan saat bekerja hingga larut malam.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa mengonsumsi camilan secara berlebihan bukanlah solusi utama untuk mengatasi kantuk. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Cara yang lebih efektif untuk mengatasi kantuk adalah dengan memastikan waktu tidur cukup, menjaga pola makan seimbang, serta memberi tubuh kesempatan beristirahat saat diperlukan.

Jadi, jika Anda sering merasa ingin ngemil saat mengantuk, kemungkinan besar itu bukan karena perut benar-benar lapar. Bisa jadi, tubuh sedang memberi sinyal bahwa ia membutuhkan istirahat dan energi untuk kembali fokus menjalani aktivitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....