Kekurangan Gula juga Bisa Membahayakan Kesehatan

  • 04 Jun 2026 14:41 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Gula merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh, terutama bagi otak dan sistem saraf. Karbohidrat yang dikonsumsi sehari-hari akan diubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Oleh karena itu, meskipun konsumsi gula berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, kekurangan asupan gula juga dapat menyebabkan gangguan yang memengaruhi aktivitas dan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Dilansir dari Media Indonesia, gula di dalam tubuh diubah menjadi glukosa yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh, terutama otak dan otot. Ketika tubuh kekurangan gula, produksi energi dapat menurun secara drastis sehingga menyebabkan rasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, kadar gula darah yang rendah juga dapat memicu gejala seperti gemetar, keringat dingin, dan tubuh terasa tidak bertenaga. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh tetap membutuhkan gula dalam jumlah yang cukup untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Sementara itu, dikutip dari Halodoc, gula memang merupakan salah satu sumber energi penting bagi tubuh. Namun, konsumsi gula harus tetap berada dalam batas yang dianjurkan. Menurut rekomendasi American Heart Association (AHA), batas konsumsi gula tambahan harian untuk pria dewasa adalah maksimal 36 gram atau sekitar 9 sendok teh per hari, sedangkan untuk wanita dewasa maksimal 25 gram atau sekitar 6 sendok teh per hari. Untuk anak-anak usia 2–18 tahun, batas yang dianjurkan juga maksimal 25 gram per hari. Rekomendasi tersebut berlaku untuk gula tambahan yang terdapat pada makanan dan minuman olahan, bukan gula alami yang terkandung dalam buah atau susu.

Salah satu dampak utama kurangnya asupan gula adalah terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, pusing, lemas, serta kesulitan berkonsentrasi. Otak membutuhkan pasokan glukosa yang cukup untuk bekerja secara optimal. Ketika kadar glukosa dalam darah terlalu rendah, kemampuan berpikir, mengingat, dan mengambil keputusan dapat terganggu. Dalam kondisi yang lebih serius, hipoglikemia bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

Selain memengaruhi fungsi fisik, kekurangan gula juga dapat berdampak pada kondisi emosional seseorang. Orang yang mengalami kadar gula darah rendah sering kali menjadi lebih mudah marah, gelisah, cemas, atau mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Di samping itu, kurangnya asupan gula dan karbohidrat dapat menurunkan performa fisik karena tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk mendukung aktivitas sehari-hari maupun olahraga. Akibatnya, seseorang akan lebih cepat merasa lelah dan kurang produktif.

Untuk menjaga kesehatan, konsumsi gula perlu dilakukan secara seimbang. Tubuh membutuhkan glukosa sebagai sumber energi, tetapi jumlahnya harus disesuaikan dengan kebutuhan harian. Asupan gula sebaiknya diperoleh dari sumber alami seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh, serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang, tubuh dapat memperoleh energi yang cukup sekaligus terhindar dari berbagai risiko kesehatan akibat kekurangan maupun kelebihan gula.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....