Sejarah Hari Bidan Nasional

  • 28 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Hari Bidan Nasional merupakan momentum penting untuk menghormati peran para bidan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam kesehatan ibu dan anak. Peringatan ini tidak lepas dari sejarah panjang terbentuknya organisasi profesi bidan yang dikenal dengan nama Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

IBI dibentuk melalui Konferensi Bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta pada 24 Juni 1951. Konferensi tersebut menjadi tonggak sejarah penting karena untuk pertama kalinya para bidan dari berbagai daerah di Indonesia bersatu dalam satu wadah organisasi resmi. Tujuan utama pembentukan IBI adalah untuk mempererat persatuan dan persaudaraan antar bidan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang kebidanan, serta mendukung pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak.

Organisasi ini juga berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar perjuangan dan pengabdiannya kepada bangsa. Dengan adanya IBI, para bidan memiliki wadah resmi untuk mengembangkan profesi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

Perkembangan IBI terus berlanjut seiring waktu. Pada tahun 1954, organisasi ini resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai organisasi profesi yang sah dan diakui secara nasional. Kemudian pada tahun 1956, IBI diterima sebagai anggota International Confederation of Midwives (ICM), yang menandai pengakuan internasional terhadap peran bidan Indonesia.

Seiring meningkatnya jumlah anggota dan peran strategisnya, IBI terus berkembang menjadi organisasi besar yang menaungi ratusan ribu bidan di seluruh Indonesia. Kontribusi para bidan melalui IBI inilah yang menjadi dasar lahirnya Hari Bidan Nasional sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kesehatan ibu dan anak serta mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Hingga kini, Hari Bidan Nasional tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran bidan dalam sistem kesehatan serta komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Lin)

Referensi:

https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-7403003/sejarah-hari-bidan-nasional-makna-dan-cara-memperingatinya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....