Masyarakat Berperan Penting Cegah Penyebaran Rabies

  • 08 Mei 2026 18:55 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang – Rabies merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang sangat serius karena bersifat fatal dan hampir 100 persen menyebabkan kematian apabila gejalanya telah muncul. Meski demikian, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi hewan secara rutin serta penanganan cepat dan tepat setelah terjadi gigitan hewan penular rabies.

Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama anjing, dan dapat menyebabkan peradangan otak yang parah pada manusia maupun hewan berdarah panas lainnya.

Dalam program Indonesia Sehat di Pro 1 Radio Republik Indonesia Sintang, Jumat (8/5/2026), Koordinator P2PM Vektor Sugiarto, mengatakan upaya pencegahan rabies memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya, namun dapat dicegah apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini.

“Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksin rabies secara rutin,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rabies masih menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat. Hewan penular rabies seperti anjing, kera, dan kucing dapat menularkan virus kepada hewan berdarah panas, termasuk manusia. Namun, kasus yang paling sering ditemukan berasal dari anjing.

“Kenapa anjing? Karena anjing sering berkeliaran dan bertemu dengan anjing lain, termasuk anjing liar yang kita tidak tahu kondisi kesehatannya seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Epidemiolog Ahli Pertama, Dita Sepriyantika, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan luka gigitan hewan penular rabies dan segera melakukan penanganan awal.

“Jika tergigit hewan yang dicurigai membawa rabies, segera cuci luka menggunakan air mengalir dan sabun, tidak boleh di sikat, lalu periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Menurut Dita, masyarakat juga harus lebih peduli apabila melihat hewan dengan perilaku tidak biasa, seperti suka bersembunyi di bawah kolong rumah, bersikap agresif, atau mengeluarkan air liur berlebihan. Kondisi tersebut dapat dilaporkan kepada dinas peternakan atau pemerintah desa agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Walaupun hewan penular rabies sudah divaksinasi, tetap harus dijaga dan diawasi. Sama seperti manusia yang telah diimunisasi campak, vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen, tetapi dapat mengurangi dampak penyakit terhadap tubuh. Begitu juga pada anjing, vaksin rabies membantu mengurangi risiko dan tingkat keparahan infeksi virus,” ujarnya.

Dita menambahkan, vaksinasi rabies pada hewan harus dilakukan secara rutin setiap satu tahun sekali guna menjaga imunitas hewan tersebut.

Selain vaksinasi hewan peliharaan, masyarakat juga diimbau untuk tidak membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan guna mengurangi risiko penyebaran rabies.

Melalui gerakan peduli rabies, diharapkan masyarakat dapat bersama-sama berperan aktif dalam mencegah penyebaran rabies di Kabupaten Sintang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....