Jangan Anggap Sepele, Susah Bangun Pagi Bisa Jadi Tanda Dysania

  • 07 Mei 2026 16:21 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Pernahkah Anda merasa bahwa beranjak dari tempat tidur adalah hal terberat bukan sekadar mengantuk karena kurang tidur, melainkan ada perasaan "lumpuh" secara emosional dan fisik yang membuat Anda ingin tetap meringkuk di bawah selimut selama berjam-jam meskipun sudah bangun sepenuhnya mungkin tidak anda sedang malas. Bisa jadi, itu adalah Dysania.

Dysania adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kronis di mana seseorang merasa sangat sulit untuk bangun dan meninggalkan tempat tidur. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, dys (buruk) dan ania (keresahan).

Dysania bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis tertentu. Dysania akan membuat seseorang enggan beranjak dari tempat tidur karena merasa lelah. Dysania bisa disebabkan oleh berbagai macam hal, dan salah satunya adalah depresi.

Seseorang yang menderita dysania sulit untuk beranjak dari tempat tidurnya meski alarm telah berbunyi berkali-kali. Mereka bukan malas tetapi merasa “berat” untuk meninggalkan tempat tidur, walaupun sudah terbangun sejak 1 atau 2 jam sebelumnya.

Dilansir dari laman alodokter.com Berbagai penyebab gejala dysania dari beberapa kondisi medis berikut ini:

1. Anemia

Penderita anemia juga mungkin akan mengalami dysania. Hal ini karena saat anemia, jumlah sel darah marah dan kadar hemoglobin kurang, sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan pasokan oksigen. Akibatnya, muncullah dysania.

2. Depresi

Seseorang yang sedang mengalami depresi bisa mengalami dysania. Hal ini karena saat depresi, sering terjadi perubahan suasana hati, terutama rasa sedih, kehilangan energi, dan kelelahan. Hal-hal inilah yang dapat memicu terjadinya dysania.

3. Sleep apnea

Dysania juga bisa menjadi gejala dari sleep apnea. Gangguan pernapasan saat tidur ini dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak di malam hari. Efeknya, Anda tetap merasa lelah begitu terbangun dari tidur. Rasa enggan untuk beranjak dari tempat tidur di pagi hari pun akhirnya muncul.

4. Sindrom kelelahan kronis

Dysania bisa menjadi gejala dari sindrom kelelahan kronis. Saat mengalami sindrom kelelahan kronis, seseorang akan tetap merasa lelah meski telah beristirahat dengan cukup. Tak heran jika penderita sindrom kelelahan kronis merasa sulit untuk meninggalkan tempat tidur, walaupun telah terbangun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....