Kata siapa, gak boleh minum es teh saat makan

  • 06 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Minum teh, terutama es teh, saat atau setelah makan sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Rasanya yang segar dan ringan memang cocok untuk menemani berbagai jenis hidangan. Namun, di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan: apakah kebiasaan ini aman bagi kesehatan? Dilansir dari alodokter.com dan dapurumami.com jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. Semuanya bergantung pada kondisi tubuh dan cara mengonsumsinya.

Teh mengandung beberapa zat aktif yang bermanfaat, tetapi juga bisa berdampak kurang baik jika dikonsumsi pada waktu yang kurang tepat, seperti:

  • Tanin → dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan
  • Kafein → bisa memengaruhi sistem pencernaan dan metabolisme
  • Polifenol → baik sebagai antioksidan, tetapi bisa berinteraksi dengan nutrisi tertentu

Tanin inilah yang paling sering menjadi sorotan, karena dapat mengikat zat besi (terutama dari sumber nabati) sehingga lebih sulit diserap tubuh.

Tidak semua orang harus menghindari teh saat makan. Namun, kebiasaan ini sebaiknya dibatasi jika Anda memiliki kondisi berikut:

  • Anemia (kurang darah) → karena tubuh sangat membutuhkan penyerapan zat besi secara optimal
  • Ibu hamil → kebutuhan zat besi meningkat untuk mendukung perkembangan janin
  • Gangguan penyerapan nutrisi → seperti masalah pencernaan kronis

Pada kondisi tersebut, minum teh saat makan bisa memperburuk kekurangan nutrisi yang sudah ada.

Jika dilakukan terlalu sering atau berlebihan, kebiasaan ini dapat menyebabkan:

  • Penyerapan zat besi berkurang
  • Risiko anemia meningkat dalam jangka panjang
  • Gangguan ringan pada pencernaan
  • Nutrisi dari makanan tidak terserap maksimal

Meski begitu, untuk orang sehat, efek ini biasanya tidak signifikan jika konsumsi teh masih dalam batas wajar.

Tips Aman Minum Teh Saat Makan

Anda tetap bisa menikmati teh tanpa harus khawatir, asalkan memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Tambahkan perasan jeruk

Vitamin C dari jeruk dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dan “menetralkan” efek tanin.

2. Pilih teh yang lebih encer

Teh yang tidak terlalu pekat mengandung tanin lebih rendah.

3. Batasi jumlahnya

Cukup satu gelas saat makan, jangan berlebihan.

4. Atur waktu minum

Jika memungkinkan, minum teh 30–60 menit setelah makan agar penyerapan nutrisi tidak terganggu.

5. Kenali kondisi tubuh Anda

Setiap orang memiliki kebutuhan dan respons tubuh yang berbeda.

Minum teh saat atau setelah makan bukanlah sesuatu yang langsung berbahaya. Namun, kebiasaan ini bisa berdampak kurang baik jika dilakukan secara berlebihan atau pada kondisi tubuh tertentu. Kunci utamanya adalah keseimbangan dan kesadaran akan kondisi tubuh sendiri. Kesehatan bukan soal ikut-ikutan tren, tetapi tentang memahami apa yang terbaik untuk diri kita.

Jadi, masih boleh minum teh saat makan? Boleh—asal bijak dan tahu kondisi tubuh kita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....