Penggunaan Salicylic Acid dan AHA yang Tepat
- 27 Apr 2026 22:50 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang – Bahan aktif seperti salicylic acid dan AHA banyak digunakan dalam produk perawatan kulit. Keduanya dikenal membantu mengatasi jerawat, kusam, hingga tekstur kulit tidak merata. Namun, penggunaan yang kurang tepat justru dapat memicu iritasi dan gangguan pada lapisan pelindung kulit.
Salicylic acid termasuk kelompok beta hydroxy acid (BHA). Bahan ini bekerja dengan membantu mengangkat sel kulit mati serta membersihkan pori-pori yang tersumbat minyak dan kotoran. Karena itu, salicylic acid kerap digunakan pada kulit berminyak dan rentan berjerawat.
Sementara itu, AHA atau alpha hydroxy acid, seperti glycolic acid dan lactic acid, bekerja di permukaan kulit dengan membantu melepaskan sel kulit mati. Penggunaan AHA sering ditujukan untuk membantu mencerahkan kulit dan memperbaiki tekstur.
Meski bermanfaat, kedua bahan tersebut dapat menimbulkan masalah bila digunakan terlalu sering, dalam kadar terlalu tinggi, atau dipadukan tanpa penyesuaian dengan bahan aktif lain. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering, kemerahan, perih, dan lebih sensitif.
Sebuah penjelasan dari Cleveland Clinic menyebutkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat mengganggu skin barrier atau lapisan pelindung kulit. Saat skin barrier terganggu, kulit lebih mudah mengalami iritasi dan kehilangan kelembapan.
Penggunaan bersama bahan aktif lain seperti retinol juga perlu diperhatikan. Pada sebagian orang, kombinasi beberapa bahan aktif sekaligus dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama bila kulit belum terbiasa.
Selain itu, penggunaan tabir surya penting dilakukan saat memakai AHA maupun salicylic acid. Kulit yang sedang mengalami eksfoliasi cenderung lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
Karena itu, bahan aktif dalam skincare sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan kulit, dimulai secara bertahap, dan memperhatikan petunjuk penggunaan produk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....