Mengenal Berbagai Jenis Demensia
- 07 Apr 2026 09:51 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Demensia adalah menurunnya kemampuan otak untuk melakukan fungsi dasar, seperti kemampuan berpikir, mengingat, berkomunikasi, dan membuat keputusan.
Istilah 'demensia' digunakan untuk menggambarkan gejala yang terjadi ketika otak terpengaruh oleh penyakit dan kondisi tertentu, seperti kehilangan ingatan.
Demensia disebabkan oleh kerusakan atau kematian sel-sel saraf di otak. Secara alami, jumlah sel saraf setiap orang memang berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, penderita demensia mengalami penurunan jumlah sel saraf yang lebih signifikan.
Dilansir dari laman alodokter.com dan thegoodcaregroup.com, Berikut berbagai jenis demensia:
1. Demensia vaskular
Demensia vaskular adalah bentuk demensia paling umum kedua setelah penyakit Alzheimer. Penyebabnya adalah masalah dalam suplai darah ke otak akibat kerusakan pada jaringan pembuluh darah di organ yang disebut sistem vaskular. Sistem vaskular yang rusak tidak memungkinkan darah mencapai otak, yang menyebabkan kematian sel-sel otak – dan ini dapat menyebabkan demensia vaskular.
Sejumlah kondisi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi, masalah jantung, kolesterol tinggi, dan diabetes. Jika kondisi-kondisi ini terdeteksi cukup dini, kondisi tersebut dapat dikelola dan akibatnya mengurangi ancaman terhadap sistem pembuluh darah. Demensia vaskular juga dapat disebabkan oleh stroke.
Gejalanya meliputi pelupa, gelisah, kebingungan, dan agresi.
2. Demensia dengan Lewy body
Demensia tipe ini terjadi akibat adanya penumpukan protein tertentu di sel-sel saraf yang mengganggu penghantaran sinyal kimia di otak. Demensia ini memiliki gejala yang mirip dengan demensia pada penyakit Alzheimer dan penyakit Parkison, yaitu meliputi Gangguan daya ingat, Sulit berpikir, membuat keputusan, dan memberi perhatian, Sering melihat hal yang tidak ada (halusinasi visual), Sulit tidur di malam hari atau tertidur secara mendadak saat siang hari, Sering melamun, Tangan gemetar, Sulit berjalan atau berjalan sangat lambat.
3. Demensia frontotemporal
Demensia frontotemporal adalah bentuk demensia yang jarang terjadi dan memengaruhi bagian depan dan samping otak (lobus frontal dan temporal). Di Inggris, sekitar 2% dari semua diagnosis demensia adalah demensia frontotemporal.
Meskipun sebagian besar demensia menyerang orang di atas usia 65 tahun, demensia frontotemporal cenderung dimulai pada usia yang lebih muda. Meskipun mayoritas orang didiagnosis antara usia 45-65 tahun, penyakit ini juga dapat menyerang orang yang lebih tua atau lebih muda.
Seperti banyak bentuk demensia lainnya, demensia frontotemporal cenderung berkembang perlahan dan memburuk secara bertahap selama beberapa tahun. Tanda-tanda demensia frontotemporal dapat meliputi perubahan kepribadian dan perilaku, masalah bahasa, serta masalah dalam berpikir, bernalar, dan mengingat.
4. Demensia pada penyakit Alzheimer
Sekitar 60-80% penderita demensia memiliki penyakit Alzheimer. Penyakit ini disebabkan oleh pengendapan protein di otak yang mengganggu kerja sel-sel saraf.
Selain usia, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita demensia pada penyakit Alzheimer, seperti genetik, riwayat depresi, masalah kesehatan mental tertentu, dan cedera otak.
Beberapa gejala umum penyakit Alzheimer meliputi Sulit mengingat waktu, tempat, nama, tanggal lahir, alamat, dan berbagai informasi dasar lainnya, Sering kehilangan barang dan tidak dapat mengingat di mana letaknya, Sulit berbicara dan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya,Sulit berjalan dan mengenakan pakaian, Sering mengalami perubahan kepribadian dan mood, Sulit memahami apa yang terjadi di sekitarnya, Sering tidak ingat anggota keluarga dan tidak mampu mengurus diri sendiri
5. Demensia campuran
Demensia campuran (mixed dementia) adalah kondisi ketika seseorang mengalami lebih dari satu tipe demensia, misalnya demensia akibat penyakit Alzheimer dengan demensia vaskular. Gejala yang dialami penderita demensia campuran akan sangat bervariasi tergantung pada tipe demensia yang dialami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....