Duduk Seharian di Kantor, Apakah Bisa Bikin Obesitas?
- 01 Apr 2026 10:00 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID,Sintang - Di era modern, banyak pekerja kantoran menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk di depan komputer dari pagi hingga sore hari, sehingga aktivitas fisik menjadi sangat terbatas. Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup sedentari, yaitu pola hidup minim gerak yang membuat pembakaran kalori menurun drastis. Jika asupan makanan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak dan dalam jangka panjang dapat memicu obesitas. Karyawan kantor bahkan bisa duduk hingga delapan jam atau lebih setiap hari, yang membuat tubuh kurang aktif dan berdampak pada kesehatan, terutama jika disertai kebiasaan makan tidak sehat seperti mengonsumsi gorengan, minuman manis, atau camilan tinggi kalori. Padahal, kalori yang masuk ke tubuh seharusnya diimbangi dengan aktivitas fisik agar tidak menumpuk.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik memiliki hubungan langsung dengan peningkatan berat badan. Dalam jurnal Physical Inactivity and Obesity: A Vicious Circle disebutkan bahwa gaya hidup tidak aktif dapat memicu lingkaran yang sulit diputus antara kurang gerak dan obesitas. Selain itu, risiko penyakit lain seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular juga meningkat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat bahwa sekitar 60–85% populasi global menjalani gaya hidup kurang aktif, menjadikannya salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius namun sering terabaikan. Beberapa faktor yang membuat pekerja kantoran lebih rentan mengalami kenaikan berat badan antara lain kebiasaan makan sambil bekerja, kurangnya aktivitas fisik, duduk terlalu lama, meningkatnya nafsu makan, serta pola makan yang kurang sehat. Ditambah lagi, duduk dalam waktu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh sehingga pengolahan gula dan lemak menjadi kurang optimal.
Tidak hanya berdampak pada berat badan, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan lain, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, nyeri punggung dan leher, serta gangguan postur tubuh. Namun, risiko ini sebenarnya dapat diminimalkan dengan perubahan gaya hidup sederhana. Misalnya, dengan rutin berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit, menggunakan tangga daripada lift, melakukan peregangan di sela pekerjaan, berolahraga secara teratur, serta menjaga pola makan yang seimbang. Selain itu, menjaga kesehatan tubuh di tengah rutinitas kerja juga bisa dilakukan dengan langkah kecil seperti bangun dari kursi secara berkala, melakukan peregangan ringan, memanfaatkan waktu istirahat untuk berjalan kaki, menjaga kesehatan mata dengan aturan 20-20-20, serta memperhatikan asupan nutrisi dan hidrasi.
Pada akhirnya, meskipun tidak semua pekerja kantoran pasti mengalami obesitas, risiko tersebut tetap ada jika gaya hidup tidak dijaga dengan baik. Faktor seperti kurang gerak, stres kerja, pola makan tidak sehat, dan minimnya waktu untuk berolahraga dapat memperbesar peluang terjadinya obesitas. Oleh karena itu, penting bagi individu maupun perusahaan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, seperti dengan mendorong aktivitas fisik, menyediakan pilihan makanan sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh di tengah kesibukan kerja.
Referensi :
| Baca juga: Penyebab Kaki Kram Saat Tidur di malam Hari |
https://plazamedis.id/karyawan-kantor-rentan-obesitas/
https://fitie.org/id/artikel/detail/3165/pekerja-kantoran-rentan-mengalami-obesitas-ketahui-alasannya
https://upk.kemkes.go.id/new/kerja-duduk-berjam-jam-waspadai-risiko-yang-diam-diam-mengintai
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....