Bahaya Microsleep, Dapat Berujung Fatal

  • 27 Mar 2026 19:51 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, SintangPernah merasa “blank” beberapa detik saat berkendara atau bekerja, lalu tiba-tiba tersadar lagi? Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar mengantuk biasa, melainkan microsleep.

Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur secara singkat, biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga sekitar 30 detik, dan sering kali terjadi tanpa disadari.

Meski terdengar sepele, microsleep bisa terjadi saat seseorang masih terlihat terjaga, bahkan dengan mata terbuka. Namun pada saat itu, otak sebenarnya tidak memproses informasi dari lingkungan sekitar.

Kondisi ini paling sering muncul ketika tubuh mengalami kelelahan atau kurang tidur. Saat otak sudah tidak mampu mempertahankan kondisi terjaga, tubuh akanmemaksaistirahat dalam bentuk tidur singkat ini.

Yang menjadi masalah, microsleep sering terjadi di tengah aktivitas penting, seperti mengemudi, bekerja, atau mengoperasikan mesin. Dalam situasi seperti ini, kehilangan fokus selama beberapa detik saja sudah cukup untuk meningkatkan risiko kecelakaan. Bahkan, microsleep disebut sebagai salah satu faktor utama kecelakaan akibat kelelahan.

Ada beberapa tanda awal yang sering muncul sebelum microsleep terjadi, seperti mata terasa berat, sering menguap, sulit fokus, hingga tidak mengingat kejadian beberapa detik sebelumnya.

Microsleep juga kerap dipicu oleh aktivitas yang monoton, seperti berkendara jarak jauh di jalan lurus atau bekerja dalam waktu lama tanpa jeda.

Karena itu, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Microsleep bukan sekadar rasa kantuk biasa, melainkan sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat segera.

Cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan memastikan waktu tidur yang cukup, menjaga kualitas tidur, serta tidak memaksakan diri beraktivitas ketika sudah merasa sangat lelah. Jika rasa kantuk mulai muncul, langkah paling aman adalah berhenti sejenak dan beristirahat.

Dengan memahami bahaya microsleep, diharapkan masyarakat bisa lebih waspada, terutama saat melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Sumber:

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....