Waspada Campak, Kenali Gejala sejak Dini

  • 23 Mar 2026 00:15 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Campak kerap datang tanpa disadari sejak awal. Banyak orang mengira gejalanya hanya flu biasa. Padahal, di balik demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, bisa saja itu adalah tanda awal penyakit yang lebih serius. Beberapa hari kemudian, barulah muncul ruam kemerahan di kulit yang menjadi ciri khas campak.

Lalu, apa sebenarnya demam campak? Penyakit yang secara medis dikenal sebagai measles ini, mengutip Halodoc.com, merupakan infeksi virus yang sangat menular. Campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya bintik putih di dalam mulut. Setelah itu, ruam merah akan menyebar ke seluruh tubuh, umumnya dimulai dari wajah lalu meluas ke bagian tubuh lainnya.

Campak dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penularannya terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin. Kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah secara efektif melalui vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella). Meski pada banyak kasus campak dapat sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuh baik, penanganan yang tepat tetap diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Berikut gejala demam campak yang perlu diwaspadai. Gejala biasanya muncul secara bertahap, diawali dengan tanda-tanda mirip flu sebelum ruam terlihat:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh bisa mencapai 40°C.

  • Gejala Saluran Pernapasan: Batuk, pilek, dan bersin yang sering terjadi.

  • Mata Merah dan Berair: Dikenal sebagai konjungtivitis, membuat mata sensitif terhadap cahaya.

  • Kelelahan dan Nyeri Otot: Tubuh terasa lemas dan sendi pegal.

  • Bintik Koplik: Bintik putih keabu-abuan kecil di pipi bagian dalam, sering menjadi tanda awal khas sebelum ruam muncul.

  • Ruam Merah: Muncul dari belakang telinga atau leher, lalu menyebar ke wajah, dada, punggung, tangan, hingga kaki. Saat ruam meluas, demam biasanya mulai berangsur turun.

Memahami gejala sejak dini menjadi kunci penting agar campak dapat ditangani dengan tepat dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....